Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bikin Geleng Kepala! Cinta Ditolak, Bom Molotov Bertindak

Slamet Harmoko • Kamis, 26 Februari 2026 | 14:38 WIB

Ilustrasi pelemparan bom molotov (AI)
Ilustrasi pelemparan bom molotov (AI)

Radarsampit.jawapos.com - Setelah melalui serangkaian penyelidikan, aparat kepolisian akhirnya menangkap pelaku pelemparan bom molotov ke rumah warga di Jalan Cemara Raya Ujung, Kompleks Herlina Kelapa Indah 2, Banjarmasin Utara.

Pelaku berinisial DH (36) diringkus pada Selasa (24/2/2026) dini hari di kediamannya di Banjarmasin Timur.

Penangkapan dilakukan tim gabungan Subdit 1 Ditkrimum Polda Kalimantan Selatan, Macan Satreskrim Polresta Banjarmasin, serta buser Polsek Banjarmasin Utara yang dipimpin Hafiz Satria Arianda.

Kapolsek Banjarmasin Utara, Sunardi, memastikan pelaku telah diamankan dan situasi di lingkungan warga kembali kondusif.

“Motifnya persoalan pribadi. Pelaku tidak terima karena menyukai salah satu anak pemilik rumah, tetapi ditolak. Sehingga nekat melakukan teror,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Bukan Aksi Pertama

Polisi mengungkapkan, aksi teror tersebut bukan kali pertama dilakukan DH. Sebelumnya, keluarga korban disebut telah beberapa kali menerima ancaman.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Ia dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru terkait kesengajaan menimbulkan bahaya umum.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara, bahkan bisa seumur hidup,” tegas Sunardi.

Teror Saat Jelang Berbuka

Peristiwa pelemparan molotov terjadi pada Minggu (22/2/2026) petang, saat keluarga korban bersiap menyambut waktu berbuka puasa.

Seseorang tak dikenal melemparkan botol berisi bahan bakar ke arah rumah hingga memicu kobaran api kecil di bagian atap teras. Beruntung, atap berbahan seng membuat api tidak cepat menyebar dan berhasil dipadamkan sebelum menimbulkan kerusakan besar.

Pemilik rumah, Rusmilawati alias Hj Lena, menuturkan saat kejadian seluruh keluarga sedang berkumpul.

“Kami dengar suara jatuh di atap. Tidak lama, ada warga memberi tahu kalau ada api,” ujarnya.

Awalnya keluarga mengira terjadi korsleting listrik. Namun setelah diperiksa, ditemukan botol bekas minuman suplemen berisi bahan bakar.

“Anak saya langsung naik ke lantai dua untuk menyiram api agar tidak membesar,” katanya.

Teror Sejak Oktober

Hj Lena mengungkapkan, teror terhadap keluarganya sudah berlangsung sejak Oktober tahun lalu. Pelaku diduga merupakan pria yang pernah berniat menikahi putrinya, namun ditolak.

“Ancaman sudah sering. Bahkan pernah mengancam akan membakar rumah dan menghabisi keluarga kami,” ungkapnya.

Ia juga menyebut cucunya pernah diteror hingga ke sekolah dan sempat dikejar dengan senjata tajam. Warga sekitar pun sempat melihat dua pria mencurigakan mondar-mandir sebelum kejadian, yang terekam kamera pengawas (CCTV).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut membuat keluarga korban trauma dan warga sekitar resah. Polisi memastikan proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan hingga tuntas.

Editor : Slamet Harmoko
#cinta ditolak #banjarmasin #bom molotov