Layanan Kesehatan Berbasis Data, Dua Desa di Kotim jadi Contoh


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Upaya memperkuat layanan kesehatan dari tingkat desa mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dua desa percontohan program Integrasi Layanan Primer (ILP) dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong deteksi dini penyakit secara lebih efektif.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menyebut keberhasilan tersebut terlihat dari sistem pendataan kesehatan masyarakat yang kini lebih lengkap dan terintegrsi.
Baca Juga: Truk Over Tonase dan Pencuri Diduga Jadi Biang Kerok Kerusakan Jembatan Patah Kapten Mulyono
“Seluruh penduduk di dua desa itu sudah terdata dengan baik, termasuk riwayat penyakitnya. Ini memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan,” ujarnya.
Berbeda dengan sistem lama yang berbasis poli, ILP mengedepankan pendekatan klaster sehingga pelayanan menjadi lebih menyeluruh. Program ILP sendiri suda h mulai diterapkan sejak 2024.
Pasien yang datang ke fasilitas kesehatan kini langsung menjalani skrining awal secara komprehensif. Seluruh data, mulai dari identitas, riwayat penyakit hingga keluhan, dicatat dalam satu sistem yang terhubung dengan basis data Kementerian Kesehatan.
Dua desa yang menjadi proyek percontohan tersebut adalah Desa Telaga Baru dan Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Program ini didukung pendanaan dari Global Fund dengan penguatan layanan di puskesmas pembantu (Pustu).
Di masing-masing desa, pelayanan ditopang minimal satu perawat, satu bidan, serta dua kader kesehatan yang bekerja secara terintegrasi. Mereka tidak hanya melayani pasien, tetapi juga aktif melakukan pendtaan dan pemantauan kondisi kesehatan warga.
Hasilnya, berbagai penyakit seperti tuberkulosis, demam berdarah, hingga hepatitis dapat dideteksi lebih dini. Bahkan kondisi pra-penyakit seperti prehipertensi sudah mulai teridentifikasi sebelum berkembang lebih serius.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




