Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringati Hari Otda ke 30, Pembangunan Seruyan masih Hadapi Berbagai Tantangan

M. Rifani Dewantara
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama unsur forkopimda saat mengikuti upacara peringatan hari otonomi daerah ke 30, Senin (27/4).(rifani/radarsampit)
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama unsur forkopimda saat mengikuti upacara peringatan hari otonomi daerah ke 30, Senin (27/4).(rifani/radarsampit)

Advertisement

KUALA PEMBUANG,radarsampitjawapos.com- Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan, otonomi daerah bukan sekadar kewenangan administratif, tetapi amanah besar untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Hal itu ditegaskannya dalam rangka memperingati hari otonomi daerah ke-30 tahun 2026, Minggu (26/4).

Menurutnya, semangat otonomi daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah harus dimaknai lebih dari sekadar pelimpahan wewenang.

“Di balik itu, terdapat tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret,” katanya.

Advertisement

Wanda mengakui, Seruyan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga kompleksitas koordinasi kewenangan. Namun demikian, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus bergerak maju.

“Dengan kerja keras, kolaborasi, dan inovasi, setiap tantangan bisa kita ubah menjadi peluang,” tegasnya.

Dirinya  juga menyatakan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.“Otonomi daerah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai sektor,” imbuh Wanda.

Advertisement

Sementara itu, Pemkab Seruyan juga menggelar apel Peringatan Hari Otda ke-XXX Tahun 2026, di aula Kantor Bupati itu dipimpin langsung Bupati Seruyan, Ahmad Selanaorwanda, Senin (27/4).

Dalam amanatnya, bupati membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri RI. Pesan utama yang disampaikan menitikberatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan nasional.

Tema tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, dinilai bukan sekadar slogan. Lebih dari itu, menjadi penegasan arah kebijakan pembangunan yang mengedepankan kemandirian daerah, tanpa mengesampingkan kolaborasi lintas pemerintahan.

Tak hanya itu, sejumlah agenda strategis nasional turut menjadi sorotan. Di antaranya penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Implemetasi Otonomi Daerah Terhambat Keterbatasan Anggaran

Implemetasi Otonomi Daerah Terhambat Keterbatasan Anggaran

Bupati Jaya Samaya Monong mengungkapkan sejumlah kendala dalam upaya mewujudkan otonomi daerah di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.

Bukan Sekadar Penerima Manfaat, Perempuan Didorong Jadi Penggerak Pembangunan Kotim

Bukan Sekadar Penerima Manfaat, Perempuan Didorong Jadi Penggerak Pembangunan Kotim

Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah

Bupati Kotim Turun Langsung Pantau Proyek Strategis, Pastikan Pembangunan Rampung Tepat Waktu

Bupati Kotim Turun Langsung Pantau Proyek Strategis, Pastikan Pembangunan Rampung Tepat Waktu

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, meninjau sejumlah proyek pembangunan strategis dan fasilitas publik di Sampit, Jumat (30/10)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer