Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Korban Pembacokan Maling Sawit Ternyata Pernah Ditembak

Rado. • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:45 WIB
Ilustrasi Penembakan (jawapos.com)
Ilustrasi Penembakan (jawapos.com)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Angga Hasibuan, korban pembacokan oleh maling sawit ternyata bukan kali pertama menjadi korban kekerasan kelompok garong sawit.

Sebelumnya, ia juga pernah ditembak oleh kawanan pelaku yang sama di area kebun SMNE.
Insiden penembakan itu terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu, 12–13 April 2025, di Pos 3 Estate SMNE.

Berdasarkan catatan Radar Sampit kejadian bermula pada Sabtu, 12 April 2025 sekitar pukul 23.00 WIB, saat tim patroli estate menemukan sebuah sepeda motor mencurigakan di sekitar Pos 3 SMNE. Kendaraan tersebut kemudian diamankan ke Kantor Estate SMNE.

Keesokan harinya, Minggu, 13 April 2025, Angga bersama rekannya Rizky, melaksanakan tugas piket jaga shift 2 (pukul 14.00–22.00 WIB) di Pos 3 SMNE.
Sekitar pukul 17.00 WIB, dua orang tak dikenal datang menggunakan sepeda motor.

Salah satu dari mereka membawa senapan jenis PCV. Keduanya mempertanyakan keberadaan sepeda motor yang diamankan semalam.

Angga dan Rizky menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut telah diamankan di Kantor Estate SMNE. Namun penjelasan itu justru memicu adu mulut, bahkan menggunakan bahasa daerah.

Karena tidak puas, salah satu pelaku yang membawa senapan langsung melepaskan tembakan ke arah Angga. Peluru mengenai kaki kanan korban di bagian paha. Setelah menembak, kedua pelaku langsung melarikan diri meninggalkan pos penjagaan.

Usai kejadian, langkah cepat dilakukan pihak keamanan perusahaan, mulai dari evakuasi korban ke Klinik Region 1, pelaporan kepada pimpinan kebun (RH-1), koordinasi lintas departemen, hingga penambahan kekuatan pengamanan (BKO) di Estate SMNE. Peristiwa tersebut juga direncanakan untuk dilaporkan ke Polres Kotawaringin Timur.

Saat itu, kondisi Angga dinyatakan stabil dan sehat setelah mendapat perawatan medis. Korban bersama saksi kemudian bersiap melapor secara resmi ke kepolisian. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan kondusif.

Kini, hampir setahun berselang, Angga kembali menjadi korban, kali ini dengan luka jauh lebih parah setelah dibacok menggunakan parang oleh pelaku pencurian sawit saat pengejaran di Desa Tumbang Boloi, Rabu malam (4/2/2026).

Rentetan kekerasan ini menegaskan bahwa aksi garong sawit di wilayah tersebut bukan sekadar pencurian biasa, melainkan telah berkembang menjadi kejahatan terorganisir dan brutal, dengan ancaman nyata terhadap nyawa petugas keamanan diareal perusahaan terwebut.

Pihak rekannya, Iwan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menangkap para pelaku sebelum kembali memakan korban.

Mereka juga menyampaikan kekhawatiran serius terhadap keselamatan Angga ke depan, mengingat pelaku kejahatan sawit dinilai semakin brutal dan tidak segan menggunakan senjata mematikan.

“Kami takut kejadian seperti ini terulang lagi. Jangan sampai nanti nyawa dia benar-benar hilang. Kami berharap aparat bertindak tegas dan menangkap pelakunya, supaya tidak ada korban berikutnya,” tukasnya. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
#korban penembakan #satpam dibacok maling sawit #satpam dibacok begal #ditembak #satpam