Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Banjir Rendam Desa Sei Ubar, 120 Kepala Keluarga Terdampak

Usay Nor Rahmad • Kamis, 23 April 2026 | 14:51 WIB
Banjir kembali melanda Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu. Kali ini, genangan air merendam seluruh rukun tetangga (RT) di wilayah tersebut. (warga/radar sampit)
Banjir kembali melanda Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu. Kali ini, genangan air merendam seluruh rukun tetangga (RT) di wilayah tersebut. (warga/radar sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Banjir kembali melanda Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu. Kali ini, genangan air merendam seluruh rukun tetangga (RT) di wilayah tersebut. Sedikitnya 120 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 60 sentimeter di sejumlah titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengungkapkan kondisi banjir cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, air tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga mulai mengganggu akses transportasi.

“Seluruh RT sudah terendam. Sekitar 120 KK terdampak. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai 50 sampai 60 sentimeter, termasuk di badan jalan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim masih melakukan asesmen lapangan. Pendataan difokuskan pada jumlah warga terdampak serta kebutuhan mendesak di lokasi. Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris BPBD dengan melibatkan tiga tim yang diterjunkan langsung ke lapangan.

Multazam menambahkan, banjir di wilayah Sei Ubar Mandiri bukan kali pertama terjadi. Kondisi ini bahkan disebut sebagai kejadian berulang yang membutuhkan penanganan jangka panjang.

“Banjir di wilayah ini memang sering terjadi. Ke depan perlu langkah bersama agar dampaknya bisa ditekan,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, beberapa ruas jalan dilaporkan mulai sulit dilalui akibat tingginya genangan air.

“Kalau seluruh RT terdampak, pasti ada akses yang terganggu. Kami minta masyarakat berhati-hati saat beraktivitas,” tambahnya.

Berdasarkan pemantauan sementara, banjir dipicu hujan lokal yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini berbeda dengan banjir kiriman dari wilayah hulu.

“Tidak ada laporan banjir dari daerah atas. Ini murni karena hujan lokal di masa peralihan menuju musim kemarau,” jelasnya.

Pemerintah daerah bersama aparat desa dan kecamatan terus berupaya memberikan bantuan kepada warga terdampak. Di sisi lain, pemantauan juga terus dilakukan sambil menunggu debit air berangsur surut.

“Harapannya air segera turun dan aktivitas masyarakat kembali normal. Kami terus siaga di lapangan,” pungkas Multazam. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sei ubar #Banjir Sei Ubar Mandiri #sampit #kotim #kalteng