Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tiket dari Pangkalan Bun Ludes, Pemudik Ini Putar Haluan Lewat Sampit

Usay Nor Rahmad • Kamis, 19 Maret 2026 | 17:35 WIB

Para penumpang menunggu kedatangan pesawat di ruang tunggu Bandara H ASAN Sampit, Kamis (19/3/2026).
Para penumpang menunggu kedatangan pesawat di ruang tunggu Bandara H ASAN Sampit, Kamis (19/3/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Momen mudik Lebaran selalu menghadirkan cerita perjuangan bagi para perantau.

Demi bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, berbagai cara dilakukan, termasuk mencari jalur alternatif saat tiket penerbangan habis.

Hal itulah yang dialami Fiadha Aulia Marneta, seorang pekerja di perusahaan sawit di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Setelah dua tahun merantau, Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan untuk pulang ke kampung halamannya di Bojonegoro, Jawa Timur.

Namun, rencana mudiknya tahun ini tidak berjalan mulus. Tiket pesawat dari Pangkalan Bun menuju Surabaya sudah habis jauh hari sebelum Lebaran.

“Harusnya memang pesan tiket itu tiga bulan sebelum Lebaran. Karena kehabisan, akhirnya saya cari alternatif lain lewat Sampit,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Tak ingin melewatkan momen Lebaran bersama keluarga, perempuan yang akrab disapa Neta itu akhirnya memilih berangkat melalui Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, meski harus menempuh perjalanan darat cukup jauh dari tempat kerjanya.

Menurutnya, opsi melalui Sampit menjadi pilihan paling realistis. Pasalnya, jika harus berangkat dari Palangka Raya, waktu tempuh perjalanan darat bisa mencapai delapan jam dan dinilai terlalu melelahkan.

“Kalau lewat Palangka Raya terlalu jauh dan makan waktu. Jadi akhirnya pilih dari Sampit saja,” katanya.

Setelah berusaha mencari tiket, ia akhirnya berhasil mendapatkan penerbangan Wings Air rute Sampit–Surabaya sekitar dua minggu sebelum Lebaran. Namun, harga tiket yang didapat cukup tinggi.

“Saya dapat tiket Rp1,8 juta, itu belum termasuk bagasi. Tadi tambah bagasi 8 kilogram sekitar Rp250 ribu,” tambahnya.

Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan penerbangan dari Pangkalan Bun pada hari biasa. Biasanya, tiket penerbangan dari Pangkalan Bun ke Surabaya berkisar Rp1,4 juta dan sudah termasuk bagasi.

Meski harus mengeluarkan biaya lebih besar, Neta mengaku tidak memiliki pilihan lain. Baginya, mudik Lebaran adalah momen berharga yang tidak ingin dilewatkan, terlebih untuk bertemu orang tua di kampung halaman.

“Memang mahal, tapi mau tidak mau tetap pulang. Ini momen setahun sekali. Selagi masih ada orang tua di rumah, rasanya sayang kalau tidak mudik,” pungkasnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#ludes #sampit #Pangkalan Bun #kalteng