SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan selama perjalanan.
Kepala BKK Kelas II Sampit I Gusti Ayu Agung Darmawati menegaskan, pemudik perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit, terutama di tengah kondisi yang rawan penyebaran wabah.
“Situasi sekarang masih berisiko terhadap beberapa penyakit menular. Karena itu kami mengimbau pemudik untuk tetap disiplin menggunakan alat pelindung diri, seperti masker serta rutin mencuci tangan,” ujarnya.
Ayu mengungkapkan, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan seringkali terabaikan, khususnya pada anak-anak. Padahal, hal tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah masuk dan menyebarnyq penyakit, terlebih saat terjadi kerumunan di pelabuhan maupun bandara.
Menurutnya, sejumlah penyakit yang menjadi perhatian di antaranya Virus Nipah dan Tuberkulosis (TBC). Pihaknya juga melakukan penguatan skrining kesehatan terhadap penumpang guna mendeteksi potensi penyakit sejak dini.
“Kerumunan saat mudik berpotensi mempercepat penularan. Maka dari itu, uoaya pencegahan harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Ayu menambahkan, BKK Kelas II Sampit tidak bekerja sendiri. Koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal di seluruh pintu masuk wilayah.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting, karena kami tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani potensi wabah,” paparnya.
Layanan kesehatan dan pengawasan tersebut akan terus dioptimalkan selama periode arus mudik hingga arus balik, dengan penyesuaian jumlah petugas sesuai tingkat aktivitas di pelabuhan dan bandara. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama