Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

462 Starter Siap Bertanding di 21 Kelas Motoprix Kotim Open Race

Heny Pusnita • Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:40 WIB
OPEN RACE : Event Motoprix Kotim Open Race mulai dipertandingkan di Taman Kota Sampit, Sabtu (13/12).HENY/RADAR SAMPIT
OPEN RACE : Event Motoprix Kotim Open Race mulai dipertandingkan di Taman Kota Sampit, Sabtu (13/12).HENY/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Even Motoprix Kotim Open Race dibuka untuk 21 kelas. Adu kencang ini telah dimulai di Taman Kota Sampit pada Sabtu (13/12) siang.

"Sampai dengan pagi tadi jumlah pendaftar ada 200 kelas dari 462 starter yang ikut di 21 kelas. Ada juga 12 pembalap nasional yang ikut bertanding. Satu kelas ada 40 diambil 24 tercepat untuk mengikuti babak final besok," kata Muhammad Hasbi Panitia Penyelenggara Motoprix Kotim Open Race yang juga selaku Ketua Club Cipta Mentaya Production, Sabtu (13/12).

Hari pertama yang dijadwalkan 09.20 WIB molor dan baru dimulai jam 10.30 WIB untuk babak Free Practice (Latihan bebas) dan Qualifying Time Trial (Uji Waktu Kualifikasi) untuk 21 kelas.

Sesi ini untuk menentukan posisi start pembalap berdasarkan waktu tercepat mereka dalam satu putaran.

QTT membantu menentukan urutan pembalap di garis depan start dan seringkali menggunakan alat pelacak waktu seperti transponder untuk pengukuran yang akurat.

Kategori open, bobot kelas yang diambil poin yaitu Bebek (Bbk 4 L 150 cc Tune Up Mix Open, Bbk 2 L 130 cc Under Bone Open, Bbk 4 L 130 cc Tune Up Open (Ex MP 2 Boleh Injeksi), Bbk 2 L 116 cc Std Open.

Kategori umum lokal, bobot kelas yang diambil Bbk 2 L 116 cc Std Lokal dan Matic 130 cc Std (MP 7) Lokal.

"Setiap pemain melintasi arena di Taman Kota Sampit sepanjang 1.000 meter selama 15 menit untuk menentukan pemain tercepat," ujarnya.

Hasbi mengatakan jumlah peserta juga cukup banyak dibandingkan tahun 2021 lalu.

Bahkan, ada 12 peserta luar daerah Kotim dari Kalteng hingga Papua ikut dalam perlombaan diantaranya Kiki Aranza dan Tomi Salim asal Surabaya, Afin asal Lumajang, Atorix asal Magelang, Abdul Hamid asal Tanjung Tabalong, Hendra asal Pelaihari, Aqsal asal Jawa Timur, Yuditiya asal Kapuas, Dicky asal Palangka hingga Yusril asal Papua.

"Sebenarnya animo peserta cukup banyak, karena sebelum event ini dimulai sempat ada penolakan lokasi di Taman Kota Sampit, ada yang menyangka kegiatan batal digelar. Tetapi melihat dari jumlah starternya lebih banyak dari event yang diadakan di Palangka Raya," ujarnya.

Sesuai kesepakatan dalam rapat Selasa (9/12) lalu, posisi titik start dan finish yang pada event sebelumnya dilaksanakan di Jalan Yos Sudarso sisi barat Taman Kota Sampit, dipindahkan ke sisi selatan Jalan S Parman.

"Perubahan titik start dan finish tidak sulit, karena dulu start finish di Jalan S Parman, beberapa tahun terakhir ini saja, baru di Jalan Yos Sudarso dikarenakan badan jalannya lebar," katanya.

Pihaknya juga berupaya memastikan akses keluar masuk yang ingin ke Klinik Obor Terapung dan ke Gereja tidak akan tertutup.

Panitia juga menyetujui permintaan pihak gereja agar memberikan akses 2,5 meter dari trotoar dan berjanji event open race terakhir digelar di Taman Kota Sampit tahun ini.

"Di hari pertama ini perlombaan berjalan tertib. Jalan Yos Sudarso clear dari penonton. Tetapi, kami tidak bisa menjamin 100 persen, namun kami upayakan ada pagar pembatas ditutup terpal khusus untuk akses menuju Klinik Terapung dan Gereja Katolik," pungkasnya. (hgn)

Editor : Slamet Harmoko
#road race #open race #Motoprix #kotim