SAMPIT, radarsampit.jawapos.com-- Langit Kamis (4/13/2025) malam pukul 18.00 WIB, nampak bersih di atas Kota Sampit.Sebuah kondisi ideal menyambut fenomena Cold Moon (Purnama Dingin). Berdasarkan data cuaca dari BMKG, prakiraan cuaca untuk wilayah Sampit menunjukkan kondisi “berawan” namun peluang hujan kecil, dengan jarak pandang lebih dari 10 km.
"Selepas magrib bulan purnama sudah tampak di langit. Alhamdulilah cuaca malam ini cukup cerah," kata Hidayah, warga Sampit.
Menurut berbagai sumber, Cold Moon 2025 yang juga bersamaan dengan status Supermoon diprediksi akan mencapai puncak purnama pada 4 Desember, sehingga malam ini berpotensi menampilkan bulan purnama yang lebih terang dan tampak lebih besar dari biasanya.
Karena langit di Sampit terlihat cukup cerah pada pukul 18.00, malam ini menjadi waktu yang cocok untuk masyarakat setempat mengamati keindahan bulan purnama.
Sebagai catatan, meskipun fenomena ini indah, warga pesisir diimbau untuk berhati-hati terhadap potensi pasang air laut (rob), karena Supermoon dapat mempengaruhi pasang surut laut sebuah poin yang turut diingatkan oleh BMKG.
Nama Purnama Dingin atau Cold Moon berasal dari sebutan tradisional masyarakat Amerika Utara yang menamai bulan purnama berdasarkan kondisi alam pada tiap bulan.
Pada bulan Desember, wilayah belahan bumi utara memasuki musim dingin, sehingga purnama yang terjadi di bulan ini disebut, karena menandai periode cuaca paling dingin di banyak negara. Meskipun Indonesia tidak mengalami musim dingin, istilah ini tetap dipakai secara internasional sebagai nama astronomis untuk purnama bulan Desember.
Cold Moon tahun ini juga dilaporkan sebagai supermoon, yakni ketika bulan berada lebih dekat dengan Bumi sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Sejumlah lembaga astronomi global merilis bahwa puncak purnama terjadi pada 4 Desember 2025.
Sebelumnya, warga pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengeluarkan imbauan resmi terkait ancaman banjir rob yang diprediksi terjadi pada 6–13 Desember 2025. Peringatan ini muncul setelah BMKG merilis potensi peningkatan pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, menjelaskan bahwa ancaman banjir rob dipicu fenomena astronomi fase Perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama pada 4 Desember 2025. Kondisi ini menyebabkan permukaan air laut berpotensi naik secara signifikan.
“Sehubungan dengan adanya informasi peringatan dini potensi banjir pesisir pada 6–13 Desember 2025, diimbau masyarakat selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut,” kata Multazam,.
BPBD Kotim telah menyebarkan peringatan ke pemerintah kecamatan yang masuk kategori rawan banjir rob. Setidaknya tiga kecamatan berpotensi terdampak, yakni Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, dan Pulau Hanaut.
“Kami teruskan informasi peringatan dini kepada satuan kecamatan di tiga wilayah yang terdampak,” ujar Multazam.
BPBD mengimbau warga untuk mengamankan barang penting, menghindari aktivitas di bantaran sungai, serta menunda perjalanan laut atau pesisir ketika ketinggian air mencapai puncaknya. (oes)
Editor : Agus Jaka Purnama