Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Malam Ini, Ada Fenomena Langit Supermoon Terdekat Selama Tahun 2025

Usay Nor Rahmad • Rabu, 5 November 2025 | 06:20 WIB
TERANG: Fenomena Supermoon difoto dari salah satu sudut Kota Sampit, Selasa malam (7/10/2025).
TERANG: Fenomena Supermoon difoto dari salah satu sudut Kota Sampit, Selasa malam (7/10/2025).

Radarsampit.jawapos.com - Warga Indonesia bersiap untuk menyaksikan fenomena langit yang langka: Supermoon atau tepatnya Purnama Perigee, yang akan terjadi, Rabu (5/11/2025).

Fenomena ini dipastikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai saat di mana Bulan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi bersamaan dengan fase Purnama.

Menurut BMKG, fase Purnama akan mencapai puncaknya pada pukul 20.19 WIB tanggal 5 November 2025. 

Saat itu, jarak bumi-bukan tercatat sekitar 356.980 km ini adalah salah satu jarak terdekat pada tahun ini.

Titik Perigee (posisi Bulan paling dekat dengan Bumi) akan tercatat pada keesokan paginya, Kamis 6 November 2025 pukul 05.28 WIB dengan jarak ~356.833 km.

Pengamatan terbaik dapat dimulai setelah Bulan terbit menjelang malam hari (sore hari hingga malam), ketika langit mulai gelap.

Fenomena ini bukan sekadar Purnama biasa. “Supermoon” adalah istilah untuk Bulan purnama (atau baru) yang terjadi di dekat titik perigee (posisi terdekat dalam orbit Bulan terhadap Bumi).

Karena jarak Bulan ke Bumi lebih pendek dari biasanya, maka Bulan kita tampak lebih besar dan lebih terang dibanding purnama purnama normal.

Sebagai contoh pada fenomena ini, dibanding purnama yang terjadi saat apogee (jarak terjauh), Bulan bisa tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang.

Dengan begitu, pengamat langit di Indonesia berkesempatan melihat “Bulan besar” di langit malam momen yang relatif jarang.

Agar pengalaman menyaksikan Supermoon lebih maksimal. Pilih lokasi dengan pandangan bebas ke Timur atau Tenggara (karena Bulan akan mulai terbit sore menjelang malam).

Hindari polusi cahaya sebanyak mungkin: rooftop, tepi pantai, bukit, atau area terbuka adalah pilihan bagus.

Meskipun bisa dinikmati dengan mata telanjang, menggunakan kamera dengan lensa panjang atau teleskop sederhana akan menambah impresi visual jika ingin memotret. Datanglah lebih awal dari pukul 20.00 WIB agar tidak melewatkan momen terbaik.

Karena ini juga cukup besar potensinya membawa dampak pasang laut di daerah pesisir (seperti banjir rob), bagi Anda yang tinggal di pesisir atau akan ke tepi laut termasuk di Kalimantan sebaiknya juga awasi kondisi air laut dan peringatan cuaca.

Meski fenomena ini dapat dilihat dari seluruh Indonesia termasuk wilayah Kalimantan Tengah seperti Palangkaraya dan Sampit sekitarnya ada hal yang perlu diperhatikan: Arah pandang, pastikan horizon Anda tidak tertutup banyak pepohonan atau bangunan tinggi agar Bulan terbit dapat langsung terlihat.

Cuaca lokal, pastikan malam hari langit cukup cerah. Awan tebal atau hujan akan menyulitkan pengamatan.

Jika Anda tinggal di wilayah pesisir Kalimantan, waspadai potensi pasang maksimum atau rob yang bisa diperkuat oleh kombinasi Bulan purnama dan perigee. Meski peringatan khusus lebih banyak untuk Jakarta, prinsip fisik serupa bisa berlaku.

Fenomena Supermoon 5 November 2025 bukan hanya “bulan purnama biasa”  ini adalah momen ketika Bulan tampak lebih besar dan lebih dekat ke Bumi daripada biasanya, dan bisa menjadi pemandangan spektakuler di langit malam di Indonesia.

Dengan persiapan sederhana dan kondisi yang mendukung, siapa pun dapat menikmati “ngopi malam” bersama Bulan besar momen yang sayang dilewatkan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#2025 #sampit #supermoon #malam ini