PALANGKA RAYA-Suasana tegang terjadi di Puskesmas Pahandut, Jalan Darmosugondo, Palangka Raya, Rabu (29/10). Pasalnya satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang hadir di area pelayanan membuat warga khawatir. Keberadaannya dinilai mengganggu dan membuat resah pasien lain yang tengah berobat.
ODGJ itu pun dilaporkan pihak puskesmas ke tim rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Palangka Raya, agar dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei. “Karena yang bersangkutan ODGJ, pihak Puskesmas meminta bantuan Rescue untuk dibawa ke rumah sakit jiwa demi keamanan pasien lain,”ujar Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto.
Saat proses evakuasi tidak ada perlawanan dari ODGJ itu. Dirinya mau mengikuti instruksi dan didampingi pihak keluarga, saat dibawa ke dalam ambulans. Pemindahannya dilengkapi keterangan dari puskesmas serta dokumen pribadi dan kepesertaan BPJS.
“Evakuasi berjalan lancar. ODGJ kini telah berada di RSJ Kalawa Atei,Jalan Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, untuk menjalani perawatan sesuai prosedur,” ungkap Sucipto.
Diungkapkannya, keberadaan ODGJ di Palangka Raya terus bertambah dengan berbagai faktor penyebab. Mulai dari putus obat, lupa minum obat, kecanduan konsumsi alkohol atau zat adiktif, tekanan mental, hingga kebiasaan penyalahgunaan lem dan obat toko.
“ODGJ itu bisa terlihat normal, sampai suatu ketika kambuh dan mengamuk mendadak. Ini fakta di lapangan, setiap hari ada kami evakuasi,” beber Sucipto.
Ia menegaskan, dalam tiga hari terakhir sudah tiga ODGJ baru dievakuasi pihaknya. Termasuk dari warga luar daerah yang tinggal bersama keluarganya di Palangka Raya.
“Kami Tim Rescue mewanti wanti potensi bahaya lebih besar yang harus diwaspadai sekarang adalah ODGJ yang bisa mengendarai motor atau mobil, bahkan membawa senjata tajam. Risikonya besar bila kambuh di ruang publik,” pungkas Sucipto. (rdw/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama