Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

RSUD dr Murjani Sampit Diminta Cari Solusi Bantu Pasien Cuci Darah

Rado. • Selasa, 29 Juli 2025 | 13:50 WIB
PENUH TANTANGAN: Gedung RSUD dr Murjani Sampit berdiri megah menjadi satu-satunya rumah sakit andalan di Kotim, Kamis (10/4).
PENUH TANTANGAN: Gedung RSUD dr Murjani Sampit berdiri megah menjadi satu-satunya rumah sakit andalan di Kotim, Kamis (10/4).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto mendorong pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murjani Sampit mencari solusi agar pasien cuci darah yang berobat ke luar daerah bisa tertangani.

Fasilitas yang ada diharapkan bisa segera dioperasionalkan.

”Apa pun langkah pihak rumah sakit untuk bisa menfungsionalkan alat-alat yang bisa menangani pasien cuci darah akan kami dukung, termasuk anggarannya. Kalau persoalan teknis ada di pihak rumah sakit. Pada dasarnya kami dorong supaya pasien-pasien ini bisa tertangani pihak rumah sakit,” tegas Dadang, Senin (28/7).

Dadang menuturkan, pasien cuci darah di Kotim sangat banyak, sehingga dengan kondisi dan kesiapan rumah sakit yang ada tidak mampu menampungnya.

Sebagian besar harus diarahkan ke daerah lain, terutama Palangka Raya.

Dia mengusulkan agar Pemkab Kotim membangun rumah singgah di Palangka Raya untuk menampung pasien cuci darah.

”Paling tidak untuk meringankan beban mereka yang mana ke Palangka Raya,” kata Dadang.

Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit Yulia Nofiany mengatakan, ada ratusan pasien gagal ginjal yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan layanan cuci darah di RSUD dr Murjani.

”Per Juli ini masih ada 273 calon pasien lagi yang mengantre layanan cuci darah rutin di RSUD dr Murjani Sampit. Sebanyak 216 warga Kotim dan 57 lainnya pasien luar Kotim," ujar Yulia, Kamis (24/7).

Tingginya angka kasus gagal ginjal tak sebanding dengan jumlah unit mesin yang tersedia. Karena itu, Unit Dialisis RSUD dr Murjani Sampit mengusulkan rekomendasi izin operasional penambahan delapan unit mesin dialisis ke Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Jawa Timur.

”Yang sudah beroperasi ada 12 unit, saat ini kami usulkan izin operasional delapan unit mesin HD lagi. Sebelum mendapatkan rekomendasi izin operasional mesin HD dari Pernefri, perlu dilakukan visitasi dan supervisi," ujarnya.

Usulan penambahan delapan unit dialisis ini akan memerlukan tambahan tenaga kesehatan perawat.

Saat ini Unit Dialisis memiliki dua dokter, yaitu Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang dijabat Paliliewu Novita Angela dan Nelmawati sebagai Dokter Penanggung Jawab Harian serta 11 perawat dan 7 di antaranya telah memiliki sertifikasi.

Lebih lanjut Yulia mengungkapkan, sejak tahun 2017 hingga Juli 2025 ini, Unit Dialisis RSUD dr Murjani telah melayani sebanyak 816 pasien dialisis dengan kasus gagal ginjal. Sebanyak 473 pasien di antaranya telah mendapatkan panggilan layanan. (ang/ign)

Editor : Gunawan.
#DPRD Kotim #pasien cuci darah #RSUD Murjani Sampit