Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Amuk Api di Hari Raya Idul Fitri, Kerugian Korban Capai Miliaran Rupiah

Radar Sampit • Rabu, 2 April 2025 | 07:15 WIB
PENYELIDIKAN: Petugas kepolisian melakukan olah TKP kebakaran yang terjadi di Jalan Sakan Ujung Palangka Raya. IST/RADAR SAMPIT
PENYELIDIKAN: Petugas kepolisian melakukan olah TKP kebakaran yang terjadi di Jalan Sakan Ujung Palangka Raya. IST/RADAR SAMPIT

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Duka mendalam dirasakan Suparno (67), Achmad Yasir Fadilah (35), dan Aliansyah (34). Rumah mereka satu-satunya habis dilahap di jago merah. Musibah itu terjadi di Jalan Sakan Ujung, Palangka Raya, Senin (31/3) sekitar pukul 23.45 WIB.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materil ditaksir mencapai Rp1,1 miliar. Kebakaran mengakibatkan tiga unit rumah hangus terbakar, dengan rincian yakni satu bangunan beton seluas 10 x 14 meter dan dua bangunan kayu masing-masingnya seluas 5 x 20 meter

Sebelum api berkobar hebat, awalnya salah satu pemilik rumah, Suparno, mencium bau benda terbakar.

Saat keluar, dia melihat ada asap pada bagian belakang rumah dan langsung berteriak ada api. Suparno juga langsung menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

Tak lama kemudian, tim pemadam kebakaran tiba di TKP dan melakukan pemadaman pada rumah tersebut. Walaupun tidak ada barang berharga milik korban lain selamat.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Rian Permana mengatakan, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ketika hujan deras sedang melanda.

”Kebakaran mengakibatkan tiga unit rumah hangus terbakar, dengan rincian yakni satu bangunan beton seluas 10 x 14 meter dan dua bangunan kayu masing-masingnya seluas 5 x 20 meter,” jelas Rian.

Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Sucipto mengatakan, salah satu rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang mudik.

”Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini,” ujar Sucipto.

Sucipto menambahkan, selain tiga rumah terbakar, satu unit mobil juga ikut terbakar. Tidak ada barang berharga berhasil diselamatkan. ”Satu mobil juga terbakar, semoga tidak ada lagi kebakaran dan kami ingatkan kepada masyarakat untuk sama-sama mencegah kebakaran," katanya.

Photo
Photo

Sementara itu, di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, saat gema takbir berkumandang, teriakan kebakaran juga ikut bersahutan di dekat masjid Raudatul Jannah, Jalan Cempaka RT 2, Senin (31/3) dini hari, sekitar pukul 00.10 WIB.

Warga sekitar langsung berbondong-bondong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tidak berlangsung lama, petugas Damkar dibantu aparat tiba di lokasi memadamkan api.

Kerja sama antara warga, TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah meluasnya kebakaran ke rumah-rumah di sekitarnya.

Kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah warga, yakni milik Ida dan Syahrony. Kebakaran di tengah malam itu membuat para korban tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.

Menurut keterangan warga sekitar, api pertama kali muncul dari dapur salah satu rumah.  Diduga insiden itu disebabkan kompor yang menyala.

Api dengan cepat merembet ke seluruh bangunan, mengakibatkan kedua rumah tersebut hangus terbakar.

Kecepatan penyebaran api diperkirakan disebabkan oleh material bangunan dari kayu yang mudah terbakar dan tiupan angin.

Meskipun api berhasil dipadamkan, namun kedua rumah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Harnati dan Rony kehilangan hampir seluruh harta benda mereka. Belum diketahui secara pasti total kerugian yang diderita kedua korban.

”Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul  03.13 wib. Terkait penyebab kebakaran masih diselidiki,” kata Kasatpol PP dan Damkar, Aprimeno Sabdey.

Ia menuturkan, pemadaman api dilakukan semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran api agar api tidak semakin meluas dan menyebar ke rumah penduduk yang lain, mengingat di daerah tersebut merupakan daerah padat. (daq/mex/ign)

Editor : Slamet Harmoko
#lamandau #PALANGKA RAYA #kebakaran #kalteng