SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aparat kepolisian akhirnya membongkar makam almarhum Ansyori Muslim, korban penganiayaan yang berujung meninggal dunia. Pembongkaran yang berlangsung Sabtu (15/3) itu merupakan petunjuk jaksa untuk memastikan penyebab kematian korban.
Setelah dibongkar, jenazah Ansyori langsung dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk diperiksa lebih lanjut. Pihak keluarga korban merasa pilu dengan pembongkaran tersebut.
Akan tetapi, hal itu harus dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya penyebab kematian korban. Sebelumnya, sejak awal keluarga korban menolak makan Ansyori dibongkar.
”Kasihan makam keponakan saya pak. Sampai segitunya, tega betul pelakunya itu,” kata Ritta, salah satu keluarga korban.
Ibu korban, Rohana, tak kuasa menahan kesedihan menyaksikan makam anaknya dibongkar untuk kepentingan penyidikan tersebut.
”Memang berat melihat makamnya dibongkar. Asal bisa membuktikan kematian anak saya, saya akan ikuti prosedurnya,” tegasnya.
Pihak kepolisian menyebutkan, pembongkaran jenazah bukan untuk autopsi jenazah, melainkan ekshumasi untuk memeriksa mayat secara forensik. Proses selanjutnya usai dibongkar, jenazah dibawa ke RSUD Murjani Sampit.
Kegiatan forensik tersebut berlangsung lebih dari dua jam. Pemeriksaan yang dilakukan secara tertutup ini melibatkan tim forensik yang bekerja dengan penuh ketelitian demi menemukan bukti medis yang bisa menguak misteri kematian korban.
Tak hanya itu, proses ini juga disaksikan langsung tim gabungan dari Polres Kotim, kejaksaan, serta penasihat hukum korban.
Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Penasihat hukum keluarga korban berharap proses itu bisa membantu pengusutan kasus kematian Ansyori Muslim hingga tuntas. (ang/ign)
Editor : Slamet Harmoko