
Kepada Yth. Bupati Kotawaringin Timur
Bapak H Halikinnor
Dengan hormat,
Saya menulis surat ini sebagai seorang pelajar yang merasa sedih, takut, dan prihatin melihat kondisi pergaulan remaja saat ini di Kota Sampit.
Saya bukan ingin menghina siapa pun, tetapi saya ingin menyampaikan kenyataan yang benar-benar terjadi di lingkungan sekolah kami dan sudah menjadi pembicaraan banyak pelajar.
Saat ini fenomena “boti” atau laki-laki yang berperilaku menyerupai perempuan semakin terlihat terbuka di lingkungan remaja dan sekolah.
Hal yang dulu dianggap aneh dan memalukan, sekarang perlahan mulai dianggap biasa. Kami melihat sendiri ada pelajar laki-laki yang berbicara dengan gaya perempuan, berjalan seperti perempuan, bersikap kemayu, menyukai aksesoris wanita, bahkan berpenampilan menyerupai perempuan di lingkungan sekolah.
Yang membuat hati saya sedih adalah keadaan ini seperti dibiarkan begitu saja. Tidak ada pembinaan yang benar-benar serius. Tidak ada perhatian khusus untuk membantu mereka memperbaiki diri. Bahkan sebagian siswa mulai menganggap perilaku seperti itu sebagai sesuatu yang normal dan lucu untuk ditonton.
Sebagai pelajar, saya merasa takut melihat perubahan lingkungan sekolah kami. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat membentuk karakter laki-laki dan perempuan yang baik justru perlahan kehilangan arah pembinaan moralnya.
Kami takut generasi muda di Kotawaringin Timur akan semakin rusak karena pengaruh media sosial, budaya luar, dan lingkungan pergaulan yang salah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





