Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Diskoperindag Kotim segera Pantau Harga Elpiji 3 Kg Subsidi

Heny Pusnita • Selasa, 4 Februari 2025 | 12:43 WIB
Sejumlah warga mengantri untuk menukarkan gas 3kg atau gas Melon di pangkalan gas di Cibodas, Kota Tangerang, Senin (02/02/2025). Kelangkaan tersebut disebabkan persediaan gas melon 3kg kosong dan telah terjadi sejak 1 Februari lalu. Kelangkaan tersebut d
Sejumlah warga mengantri untuk menukarkan gas 3kg atau gas Melon di pangkalan gas di Cibodas, Kota Tangerang, Senin (02/02/2025). Kelangkaan tersebut disebabkan persediaan gas melon 3kg kosong dan telah terjadi sejak 1 Februari lalu. Kelangkaan tersebut d

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah pusat mengeluarkan aturan terbaru terkait penjualan elpiji 3 kilogram. Hal itu dilakukan sebagai upaya menertibkan kelancaran distribusi dan memastikan elpiji subsidi disalurkan tepat sasaran hanya untuk masyarakat miskin.

Pantauan Radar Sampit, masih banyak ditemukan pedagang warung dan pertokoan yang menjual elpiji subsidi dengan harga Rp35-40 ribu per tabung. Di kecamatan luar Kota Sampit, harga elpiji diestimasikan bisa mencapai Rp40-55 ribu per kg.

Persoalan tarif elpiji 3 kg yang melampaui harga eceran tertinggi (HET) di pasaran kembali mencuat setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kaget dengan penjualan tabung gas melon di wilayah DKI Jakarta dijual dikisaran Rp 20-21 ribu di warung. Sedangkan di agen resmi hanya dijual di harga Rp18 ribu per tabung. 

Sri Mulyani mengungkapkan, harga gas elpiji 3 kilogram seharusnya hanya Rp12.750 per tabung. Hal ini dikarenakan pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp30.000 per tabung.

Namun, apabila tanpa subsidi, harga standar elpiji 3 kg dikenakan Rp42.750 per tabung. Oleh karena itu, pemerintah memberikan subsidi elpiji yang diberikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bertujuan untuk meringankan beban masyarakat.

Kendati demikian, niat baik pemerintah pusat yang ingin meringankan beban masyarakat miskin, tak berjalan efektif. Di lapangan banyak pedagang di tingkat pangkalan yang melakukan permainan harga dan menjualnya ke pengecer, sehingga harga di tingkat pengecer menjadi lebih mahal.

Di sisi lain, kurangnya pengawasan dari pemerintah daerah dalam penegakan aturan, membuat pedagang eceran merasa tak gentar tetap berjualan dengan menjual harga suka-suka.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotim Fahrujiansyah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) memantau harga elpiji menjelang Ramadan yang tinggal sebulan lagi.

”Kami hanya bisa memantau, karena terkait pengawasan itu ada tim terpadu yang terlibat tidak hanya Diskoperindag saja, tetapi langsung tim dari provinsi," kata Fahrujiansyah, Sabtu (1/2).

Fahrujiansyah mengakui, memang di akhir tahun 2024 lalu ketersediaan gas elpiji sempat mengalami kelangkaan. Namun, di awal Januari 2025 ketersediaan elpiji di Kotim khususnya di Kota Sampit sudah terpenuhi.

”Insya Allah, ketersediaan elpiji saat ini aman. Terkait, harga yang tidak sesuai HET dan larangan pengecer jual elpiji sebenarnya itu sudah aturan lama, tetapi kami menyadari masih banyak pedagang warung yang mengecer gas elpiji. Ini akan kami tindaklanjuti lagi nanti," katanya. (hgn/ign)

 

Editor : Slamet Harmoko
#Berita Sampit #elpiji 3 kg #sampit #kotim #LPG 3 kg bersubsidi #kalteng