Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pantai Tanjung Penghujan, Indah Namun Mematikan Bila Imbauan Tak Dihiraukan

Koko Sulistyo • Senin, 13 Januari 2025 | 09:30 WIB
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi korban tenggelam di Pantai Tanjung Penghujan, Desa Teluk Bogam, Minggu (12/1).IST/RADAR SAMPIT
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi korban tenggelam di Pantai Tanjung Penghujan, Desa Teluk Bogam, Minggu (12/1).IST/RADAR SAMPIT

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pantai Tanjung Penghujan, Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menelan korban. 

Seorang anak yang berwisata bersama keluarga dan teman-teman sekolahnya, AW (9),  ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan sekitar 400 meter dari titik korban tenggelam.

Korban yang masih duduk di bangku kelas III SD itu merupakan warga Dusun Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan.

Insiden tersebut menambah catatan korban meninggal di cekungan alur air yang menjadi jalur keluar masuk kapal nelayan setempat dalam lima tahun terakhir.

Beberapa tahun lalu, di tempat yang sama, seorang anak yang berenang di cekungan alur menuju ke laut tersebut juga tewas setelah terseret arus deras.

Keterangan warga setempat, cekungan tersebut kalau dilihat dari permukaan nampak surut dan tenang. Namun, sejatinya di tengah cekungan merupakan air dalam dengan arus yang deras dan berputar-putar di bagian bawah.

Pemerintah Desa Teluk Bogam dan warga berulang kali mengimbau dan memasang peringatan di titik alur berbahaya tersebut. Namun, lantaran hanya terbuat dari spanduk, tidak lama langsung rusak.

Warga, terutama pedagang di pantai tersebut juga tidak bosan mengingatkan agar pengunjung, terutama anak-anak tidak bermain atau mandi di tempat tersebut, karena sangat berbahaya. 

”Sudah sering diingatkan, tapi tetap saja banyak yang mandi. Memang di situ tempat yang indah, karena pasirnya putih dan bersih," kata Suliani, warga Desa Teluk Bogam.

Warga setempat yang turut dalam pencarian, Rudiansyah, menceritakan, korban bersama teman-temannya mandi di alur yang menjadi tempat perahu mereka keluar masuk. Ketika air mulai pasang, mereka terseret arus.

Kejadian tersebut sempat terlihat saudaranya, yang kemudian mencoba menolong. Namun, dari tiga yang terseret arus, ia hanya mampu meraih dua, sementara satu anak terlepas dan menghilang.

”Sebenarnya ada lima orang yang terseret arus. Dua di antaranya perempuan, tapi bisa menyelamatkan diri, sementara tiga ini oleh saudara saya yang dinas di Pangkalan Bun hanya mampu meraih dua. Satu terlepas," bebernya.

Dia melanjutkan, setelah menolong, saudaranya sempat terkapar di pantai dan diberikan pertolongan medis, karena banyak terminum air laut.

Setelah Tim SAR gabungan datang, mereka melanjutkan pencarian dengan menyusuri alur air yang menuju ke laut tersebut, namun korban tidak kunjung ditemukan. 

Ketika pencarian diperluas ke arah tepi pantai di ujung perkampungan yang berjarak 400 meter dari titik kejadian, korban ditemukan mengambang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

”Korban kemudian langsung dibawa ambulans. Ibu korban juga syok dan pingsan, sehingga dibawa dengan ambulans," ujarnya.

Sementara itu, keterangan dari Polres Kobar, korban meninggal tenggelam merupakan murid SD yang berwisata bersama teman sekolah yang didampingi keluarga.

Korban saat itu bermain di pantai dangkal dan terpeleset, kemudian terbawa arus air laut. Korban tak sempat ditolong karena terlanjur terbawa arus deras.

”Korban ditemukan oleh regu penolong sekitar pukul 12.30 WIB yang terdiri dari gabungan Basarnas, Satpolair Polres kobar, Ditpolair polda, BPBD, dan PMI," kata Kapolsek Kumai melalui Kasi Humas Polres Kobar Iptu Paindoan Siregar. (tyo/ign)

Editor : Slamet Harmoko
#pantai tanjung penghujan #tenggelam di pantai #Pantai Teluk Bogam #anak tenggelam #wisata pantai #tenggelam di laut #tenggelam di pantai teluk bogam #tenggelam di pantai tanjung penghujan