Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Minta Pemkab Kotim Awasi Harga Sawit di Seluruh PKS

Rado.
Penulis: Rado.❯
Ilustrasi seorang petani saat menimbang sawit hasil panennya di pengepul dan langsung menerima pembayaran tunai.(Diolah dengan AI)
Ilustrasi seorang petani saat menimbang sawit hasil panennya di pengepul dan langsung menerima pembayaran tunai.(Diolah dengan AI)

Advertisement

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Andi Lala, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim melakukan pemantauan secara berkala terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang ditetapkan oleh seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) di daerah tersebut.

Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada PKS yang secara sepihak menentukan harga pembelian TBS petani. Terlebih, beberapa waktu lalu harga sawit sempat mengalami penurunan yang memicu keluhan dari kalangan petani.

Advertisement

Andi Lala mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan arahan dan imbauan kepada perusahaan agar menetapkan harga yang wajar serta tidak merugikan petani. Karena itu, pelaksanaannya di lapangan perlu terus dipantau.

“Pemkab melalui instansi terkait harus rutin memonitor harga yang diberlakukan masing-masing PKS. Jangan sampai ada perusahaan yang menetapkan harga sendiri tanpa mempertimbangkan kondisi pasar dan kepentingan petani,” ujarnya.

Advertisement

Politikus Partai Gerindra itu menilai, pemantauan berkala juga penting untuk memastikan arahan pemerintah benar-benar dijalankan oleh perusahaan. Apalagi sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Kotim.

Ia mengapresiasi sejumlah PKS yang belakangan telah menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai arahan pemerintah dan perkembangan harga pasar. Namun demikian, pengawasan tetap diperlukan agar seluruh perusahaan menerapkan kebijakan yang sama.

“PKS yang sudah mengikuti arahan pemerintah patut diapresiasi. Namun jangan sampai masih ada yang berjalan sendiri. Karena ketika harga turun drastis, yang paling terdampak adalah petani,” tegasnya.

Andi Lala berharap seluruh PKS dapat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi harga kepada masyarakat. Dengan keterbukaan tersebut, petani dapat mengetahui perkembangan harga secara jelas dan memiliki kepastian dalam menjual hasil panennya.

“Dengan adanya transparansi dan pengawasan yang konsisten, stabilitas harga sawit di tingkat petani dapat lebih terjaga sehingga tidak menimbulkan gejolak di lapangan,” pungkasnya. (ang/fm)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bupati Lamandau Terbitkan Surat Edaran Transaksi Sawit, Pabrik Harus Mematuhinya 

Bupati Lamandau Terbitkan Surat Edaran Transaksi Sawit, Pabrik Harus Mematuhinya 

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menerbitkan Surat Edaran Nomor 500/77/VI/Ek/2026 tentang Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit

Tak Mau Bergantung pada Komoditas Sawit, Pemkab Kotim Mulai Genjot Pengembangan Kelapa Dalam

Tak Mau Bergantung pada Komoditas Sawit, Pemkab Kotim Mulai Genjot Pengembangan Kelapa Dalam

Kotim mulai menggenjot pengembangan perkebunan Kelapa Dalam sebagai upaya diversifikasi sektor perkebunan

Sindikat Garong Sawit Bagendang Ungkap Setoran Rutin Setiap Pekan ke Seseorang

Sindikat Garong Sawit Bagendang Ungkap Setoran Rutin Setiap Pekan ke Seseorang

Dalam  dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa Asan bin Idai disebut memberikan setoran rutin sebesar Rp700 ribu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer