Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beras dan Nila Picu Inflasi Kalteng

Farid Mahliyannor
Penulis: Farid Mahliyannor❯
Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami saat menyampaikan perkembangan IHK Kalteng pada Mei 2026 di Palangka Raya, Selasa (2/6/2026). ANTARA/HO-BPS Kalteng.
Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami saat menyampaikan perkembangan IHK Kalteng pada Mei 2026 di Palangka Raya, Selasa (2/6/2026). ANTARA/HO-BPS Kalteng.

Advertisement

 PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 di provinsi setempat, secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun 2025.

Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami di Palangka Raya, Selasa, mengatakan hasil pemantauan di empat kabupaten/kot di provinsi ini pada Mei 2026, terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,56 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,45 pada Mei 2025 menjadi 112,35 pada Mei 2026.

"Sementara secara m-to-m di provinsi ini mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, dan y-to-d inflasi 2,15 persen," ucapnya.

Adapun inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 6,90 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,77 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 2,11 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,92 persen.

Kemudian kelompok kesehatan 1,60 persen, kelompok transportasi 3,70 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,01 persen, kelompok pendidikan 3,03 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,43 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 10,43 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y pada Mei 2026 yakni, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 2,69 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,29 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,04 persen.

Diikuti kelompok kesehatan 0,04 persen, kelompok transportasi 0,35 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,01 persen, kelompok pendidikan 0,10 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,37 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,64 persen.

"Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi y-on-y pada Mei 2026," beber Maria Utami.

Untuk komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Mei 2026 di provinsi ini diantaranya, beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, sigaret kretek mesin, ikan gabus, angkutan udara, cabai rawit, solar, bahan bakar rumah tangga, ikan patin, bawang merah, ikan bakar, ikan peda, nasi dengan lauk, kopi bubuk, daging ayam ras, telur ayam ras, sigaret kretek tangan, dan ikan saluang.

Baca Juga: Kotim Kaji Perampingan SOPD Demi Efisiensi Anggaran
"Komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain, bawang putih, sabun detergen bubuk, terong, bensin, bayam, cabai merah, sabun mandi cair, kelapa, kunyit, daging babi, cumi-cumi, dan rampela hati ayam," kata Maria Utami.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Mei 2026, antara lain, beras, solar, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, angkutan udara, ikan patin, pelumas/oli mesin, ketimun, pasir, kacang panjang, ikan kapar, ikan baung, kue basah, sawi hijau, sigaret kretek mesin, semen, ikan lais, ongkos binatu/laundry, kayu balokan, dan gula pasir.

Advertisement
Editor : Farid Mahliyannor
Sumber : ANTARA KALTENG
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Inflasi Sampit Capai 0,42 Persen pada Mei 2026, Elpiji dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu Utama

Inflasi Sampit Capai 0,42 Persen pada Mei 2026, Elpiji dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu Utama

Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, khususnya gas elpiji, serta tarif angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong naiknya Indeks

Inflasi Seruyan Turun, Harga Cabai dan Ayam Jadi Pemicu

Inflasi Seruyan Turun, Harga Cabai dan Ayam Jadi Pemicu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Sukses Tekan Inflasi, Gumas Diguyur Penghargaan dari Kemendagri

Sukses Tekan Inflasi, Gumas Diguyur Penghargaan dari Kemendagri

Gumas meraih penghargaan daerah berprestasi kategori pengendalian inflasi apresiasi pemerintah daerah berprestasi 2026 regional Kalimantan,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer