Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cara Mudah Membedakan Kosmetik Asli dan Palsu yang Beredar di Pasaran

Slamet Harmoko • Jumat, 22 November 2024 | 15:32 WIB
Ilustrasi (jawapos.com)
Ilustrasi (jawapos.com)

Radarsampit.jawapos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini mencabut izin edar 16 produk kosmetik injeksi, seperti PDRN.S by Bellaita dan Sapphire PDRN.

Meski terdaftar sebagai kosmetik, produk ini disalahgunakan hingga melanggar peraturan yang berlaku.

Kasus ini menyoroti pentingnya edukasi masyarakat terhadap bahaya kosmetik palsu yang terus beredar, mengingat risiko kesehatannya sangat serius—dari iritasi ringan hingga kerusakan kulit permanen.

Tren Kosmetik Palsu: Harga Murah, Risiko Tinggi
Fenomena kosmetik palsu bukanlah hal baru. Namun, produk yang tampak meyakinkan dengan harga murah terus menarik konsumen yang kurang waspada.

Sebuah studi dari Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology (JCAD, 2021) mengungkapkan bahwa kosmetik palsu sering mengandung bahan kimia berbahaya, seperti merkuri dan hidrokinon, yang dapat merusak kulit secara permanen.

Tips Membedakan Kosmetik Asli dan Palsu

  1. Periksa Kemasan dan Legalitas

    • Kosmetik asli memiliki kemasan rapi, lengkap dengan nomor registrasi BPOM, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa.
    • Kosmetik palsu sering memiliki kemasan buram, tulisan salah eja, atau nomor registrasi yang tidak valid.
    • Gunakan situs atau aplikasi resmi BPOM untuk memeriksa izin edar produk sebelum membeli.
  2. Waspadai Harga yang Tidak Wajar

    • Harga yang terlalu murah sering menjadi tanda kosmetik palsu.
    • Laporan World Health Organization (WHO, 2022) menyebutkan, kosmetik palsu sering mengandung bahan kimia berbahaya yang berpotensi mengancam kesehatan.

Dampak Serius Kosmetik Palsu
Penggunaan kosmetik palsu dapat menyebabkan reaksi alergi, iritasi, hingga infeksi kulit. Studi dari Dermatology Research and Practice (DRP, 2020) mencatat bahwa bahan kimia seperti paraben dan asam salisilat dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko dermatitis kontak dan hiperpigmentasi.

Langkah Bijak Menghindari Kosmetik Palsu

Kesadaran Konsumen adalah Kunci
Kasus kosmetik ilegal yang kembali mencuat ini menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak boleh dikorbankan demi harga murah atau tren sesaat. Dengan akses informasi yang semakin mudah, konsumen harus lebih kritis dalam memilih produk kecantikan.

Memutus rantai distribusi kosmetik palsu bukan hanya tugas pemerintah atau produsen, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai konsumen. Ingat, kulit yang sehat adalah investasi jangka panjang. Pilihlah produk yang aman untuk melindungi diri dari bahaya kosmetik ilegal. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#asli #membedakan #Pasaran #kosmetik palsu #kosmetik #Beredar