JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Hari pertama Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 berjalan tanpa hambatan.
Masih ada sebulan lagi proses SKD akan berjalan. Peserta diwanti-wanti untuk tidak tergiur tawaran-tawaran calo untuk bisa meloloskan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, seluruh proses tes CPNS mulai dari pendaftaran, pelaksanaan seleksi, hingga penentuan kelulusan sudah terintegrasi dan terkomputerisasi.
SKD pun telah menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Sehingga, sudah tak ada celah untuk praktik-praktik kecurangan. Termasuk, praktik joki.
”Kita telah menggunakan sistem double face recognition. Artinya, tidak ada satupun orang yang bisa membantu kelulusan di tes CPNS tahun ini maupun yang akan datang. Jadi jangan percaya kepada yang menjanjikan kelulusan,” papar Anas di Jakarta, Rabu (16/10).
SKD CPNS 2024 dilaksanakan selama 100 menit meliputi tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).
Untuk lulus tahapan ini, setiap pelamar harus memenuhi nilai ambang batas (passing grade) yang telah ditentukan. Dalam KepmenPANRB No. 321/2024, nilai ambang batas TWK ditetapkan sebesar 65, TIU 80, dan TKP 166.
Aturan ini tapi tidak berlaku bagi peserta yang mendaftar pada penetapan kebutuhan khusus. Seperti lulusan cumlaude, diaspora, penyandang disabilitas, putra/putri wilayah Papua, dan putra/putri daerah tertinggal.
Untuk kelompok peserta kebutuhan khusus, passing grade yang ditetapkan mencakup, lulusan cumlaude dengan nilai kumulatif SKD paling rendah 311 dan nilai TIU paling rendah 85. Kemudian, diaspora, nilai kumulatif SKD paling rendah 311 dan nilai TIU paling rendah 85; penyandang disabilitas, nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dan nilai TIU paling rendah 60.
Lalu, untuk putra/putri wilayah Papua, nilai kumulatif SKD ditetapkan paling rendah 286 dan nilai TIU paling rendah 60. Sedangkan, untuk putra/putri daerah tertinggal, ditentukan bahwa nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dan nilai TIU paling rendah 60.
”SKD CPNS dilakukan untuk mengukur kemampuan dan karakteristik yang dimiliki pelamar berupa pengetahuan, keterampilan, dan perilaku apakah sesuai dengan standar kompetensi dasar PNS,” paparnya.
Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Haryomo Dwi Putranto menambahkan, dalam pelaksanaan ujian CAT BKN ini berorientasi pada sistem digital. Sehingga, pelamar dapat mengetahui dirinya memenuhi ambang batas atau tidak langsung setelah selesai mengerjakan seluruh soal SKD.
”Tidak hanya itu, masyarakat umum dapat memantau skor SKD para pelamar melalui layanan live score yang tersedia di tayangan kanal youtube BKN,” ungkapnya. Bahkan, nilai yang dapat dipantau tak hanya skor SKD di titik lokasi BKN Pusat, tapi juga masing-masing titik lokasi. Hal ini guna memastikan tak ada kecurangan dalam proses seleksi penerimaan.
”Pelamar diminta untuk tidak coba-coba bertransaksi dengan oknum yang menawarkan kelulusan, termasuk yang mengaku apalagi mengatasnamakan pejabat atau pegawai instansi pemerintah,” sambungnya.
Lebih lanjut, Haryomo mengungkapkan, pelaksanaan SKD sendiri merupakan tahap kedua yang harus dilewati peserta sebelum lanjut ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Pelamar dinyatakan berhak melaju ke tahap SKB adalah yang berhasil memenuhi ambang batas (passing grade) sesuai urutan 3 besar di formasi atau jabatan yang dilamar. Tahun ini sendiri, ada sekitar 3.035.717 peserta yang bakal bertarung merebutkan sekitar 250 ribu formasi di instansi pusat maupun daerah. (mia/jpg)
Editor : Slamet Harmoko