PANGKALAN BUN – Aktivitas perdagangan di Pasar Sayur dan Ikan Indra Kencana, yang dikenal sebagai Pasar Lama, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kian menurun. Pasar tradisional yang dulunya ramai kini tampak nyaris tak berfungsi, bahkan beberapa bagian bangunan mulai rusak.
Pantauan di lokasi pada Minggu (7/9), hanya segelintir pedagang ikan yang masih bertahan di area belakang pasar, tepat di tepi Sungai Arut. Sementara sebagian besar los dan kios tampak kosong dan tutup.
“Dulu pasar ini sangat ramai, masyarakat dari Kelurahan Raja, Mendawai, dan sekitarnya belanja ke sini. Sekarang sepi sekali, entah kenapa,” ujar Risma, warga Pangkalan Bun.
Pasar Lama dinilai memiliki lokasi strategis karena berada di jantung kota dan dekat dengan Pelabuhan ASDP. Namun, kondisi fisik bangunan yang semakin memprihatinkan membuat minat pedagang maupun pembeli menurun.
“Lapak-lapak pedagang ikan, daging, dan sayur dulu penuh, sekarang tinggal dua atau tiga pedagang yang bertahan. Sayang sekali, pasar ini punya ikatan emosional dengan masyarakat,” kata Risma.
Warga lainnya, Edi, menambahkan bahwa pada masa jayanya, Pasar Lama bahkan menjadi pusat grosir kebutuhan pokok. Banyak toko emas juga berada di dalam area pasar.
“Dulu warga dari Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Lama belanja di sini lewat jalur sungai. Tapi setelah jalan darat dibuka dan transportasi air menurun, pasar ini ikut sepi. Padahal pelabuhan ada di sini,” jelas Edi.
Warga berharap pemerintah daerah turun tangan untuk menyelamatkan pasar yang dinilai memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Pangkalan Bun.
“Jangan sampai pasar ini mati. Pemerintah harus mencarikan solusi agar pasar bisa hidup kembali,” tegas Edi. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno