Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Perluasan Cek Kesehatan Gratis Percepat Deteksi Diabetes dan Kurangi Risiko Komplikasi

Gunawan. • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:32 WIB
KESEHATAN: Antusiasme warga Kotim manfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang digelar di sela peringatan HUT ke-54 KORPRI, Jumat (28/11/2025) lalu. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
KESEHATAN: Antusiasme warga Kotim manfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang digelar di sela peringatan HUT ke-54 KORPRI, Jumat (28/11/2025) lalu. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai sebagai strategi utama mendeteksi penyakit tidak menular lebih dini, terutama diabetes, sehingga komplikasi yang mengancam nyawa bisa dihindari.

Program yang mulai berjalan Februari 2025 ini digencarkan di puskesmas fasilitas pelayanan primer dan ruang publik agar pemeriksaan lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, skrining gratis memberi kesempatan mengetahui risiko sejak awal sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

”Cek kesehatan gratis adalah pintu awal untuk mengetahui risiko lebih cepat. Dengan mengenal kondisi sejak dini kita bisa mencegah banyak komplikasi serius yang berbahaya,” ujar Menkes.

Menkes mengingatkan, diabetes menempati salah satu beban penyakit yang memicu biaya pengobatan besar jika terlambat ditangani, sehingga pemeriksaan rutin bukan sekadar pilihan melainkan kebutuhan publik.

Untuk itu, pemerintah memperluas cakupan skrining agar semua kelompok usia mendapat akses pemeriksaan termasuk penguatan layanan di sekolah dan integrasi ke platform kesehatan nasional.

Selain layanan cek fisik, pemerintah mempercepat digitalisasi dan pengaitan data melalui platform SatuSehat untuk membangun registry penyakit kronis.

Tren kenaikan kasus, terutama pada anak-anak mendorong urgensi skrining berkesinambungan.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati Muhammad Azhari Taufik menyatakan, terjadi peningkatan pasien diabetes tipe 1 yang rutin berobat di rumah sakit sehingga deteksi dini perlu diperkuat.

”Dalam dua tahun, pasien diabetes tipe 1 yang rutin berobat naik dari 38 pada 2024 menjadi 65 pada 2025,” ungkap Azhari.

Penanganan diabetes pada anak menurut Azhari, memerlukan sinergi antara fasilitas kesehatan tenaga medis organisasi profesi dan keluarga agar pasien dapat tumbuh sehat serta memiliki kualitas hidup yang baik.

Program CKG yang digabungkan dengan edukasi keluarga dan sekolah diharapkan memperkecil risiko komplikasi jangka panjang. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#cek kesehatan gratis #penyakit kronis