Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Prioritas Pengisian BBM, Kendaraan Darurat Didahulukan

Yuni Pratiwi Iskandar • Kamis, 23 April 2026 | 20:32 WIB
Ilustrasi kendaraan antre di SPBU
Ilustrasi kendaraan antre di SPBU

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menyoroti pentingnya prioritas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan layanan darurat, agar pelayanan publik tetap berjalan optimal di berbagai situasi.

Meski kondisi antrean di sejumlah SPBU kini mulai berangsur normal, perhatian terhadap kendaraan operasional yang bersifat darurat dinilai tetap perlu menjadi kebijakan.

Hal ini untuk mengantisipasi jika sewaku-waktu terjadi lonjakan antrean seperti beberapa waktu lalu.

Baca Juga: DPRD Kotim: Awasi ASN yang Menjalani WFH

Baru-baru tadi, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kotim Muslih mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis agar kendaraan pelayanan publik tidak terkendala saat membutughkan BBM.

Pihaknya pun melakukan konsultasi dengan Bupati Kotim terkait rencana penerbitan surat edaran. Aturan tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar bagi SPBU untuk memberikan prioritas kepada kendaraan tertentu.

Baca Juga: Bupati Kotim Resmikan Puskesmas Mentaya Seberang

“Melalui surat edaran itu, kita harapkan ada prioritas bagi kendaraan darurat seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, BPBD, serta kendaraan dinas lain yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengalaman saat terjadi antrean panjang sebelumnya menjadi evaluasi penting. Tidak sedikit kendaraan dinas yang terpaksa mencari alternatif pengisian BBM di luar SPBU demi menjaga operasional tetap berjalan.

Baca Juga: PT GSDI Berdayakan Kader Posyandu untuk Lebih Mandiri, Latih Hidroponik untuk Perkuat Gizi dan Ekonomi Desa

“Saat antrean panjang, ada kendaraan pelayanan publik yang terpaksa mengisi di pengecer. Karena tidak mungkin juga memotong antrean masyarakat yang sudah menunggu lama,” katanya.

Karena itu, pihaknya mendorong adnya jalur khusus di SPBU bagi kendaraan darurat. Halini dinilai dapat menjadi solusi tanpa mengganggu hak masyarakat umum, sekaligus memastikan layanan penting tetap berjalan.

Di sisi lain, Diskop UKM Perindag juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM di wilayah Kotim. Berdasarkan informasi dari pengelola SPBU, antrean yang sempat terjadi dipicu oleh berkurangnya pasokan.

Baca Juga: Fenomena Banaspati (Bola Api Terbang), Dilihat dari Sudut Pandang Sains

“Kuota BBM yang dikirim memang sempat menurun, itu yang menyebabkan antrean beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Pemerintah daerah kini terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga. Terlebih, setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang turut memengaruhi distribusi.

“Kita pastikan pasokan tetap aman. Koordinasi terus dilakukan agar kejadian antrean panjang tidak kembali terulang,” pungkasnya. (yn/fm) 

 

Editor : Farid Mahliyannor
#darurat #kendaraan #bbm #spbu #pelayanan publik