
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan muka air laut yang terjadi beberapa hari terakhir memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama yang bermukim di pesisir Sungai Mentaya.
Di tengah ancaman pasang tinggi, kemunculan buaya di aliran sungai memperbesar potensi risiko bagi masyarakat.
Berdasarkan prakiraan BMKG, ketinggian air laut di Teluk Sampit diperkirakan mencapai sekitar 3,2 meter pada pukul 13.00 WIB.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan peningkatan debit air sungai hingga meluap ke bantaran.
Situasi tersebut beriringan dengan kemunculan seekor buaya di Sei Ijum, Desa Samuda Kecil, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hewan predator itu terlihat berjemur di tepi sungai, tidak jauh dari aktivitas warga.
“Benar, buaya muncul di Sei Ijum, Desa Samuda Kecil,” ujar Tiar, warga
setempat, Sabtu (25/4/2026).
Kemunculan buaya itu terekam dalam video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga terlihat mendekati lokasi bahkan melempar benda ke arah buaya. Aksi itu memicu reaksi agresif, di mana buaya sempat membuka mulutnya.
Warga menyebut, kemunculan buaya di kawasan tersebut bukan hal baru. Wilayah Samuda memang berada di sekitar habitat alami buaya, khususnya di sepanjang Sungai Mentaya dan anak sungainya, termasuk Sei Ijum.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




