Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

FBHH 2026, Lomba Karungut Diramaikan Peserta Lintas Generasi

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 12 Januari 2026 | 21:31 WIB
KESENIAN: Salah satu peserta tampil di lomba Karungut pada FBHH Kotim 2026, Senin (12/1/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
KESENIAN: Salah satu peserta tampil di lomba Karungut pada FBHH Kotim 2026, Senin (12/1/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 2026, Karungut menjadi salah satu yang diperlombakan.

 Tahun ini lomba tersebut diikuti peserta lintas usia, mulai dari anak sekolah dasar hingga orang dewasa.

Di atas panggung, para peserta tampil mengenakan busana adat Dayak khas Kalimantan Tengah. Syair-syair karungut dilantunkan dengan iringan musik tradisional yang khas, menciptakan suasana sakral.

Tak sedikit peserta yang datang dengan pengiring musik sendiri demi menghadirkan penampilan terbaik.

Koordinator lomba Karungut, Widiya menyebutkan jumlah peserta yang tercatat mencapai 24 orang, terdiri dari 14 perempuan dan 10 laki-laki. Meski ada beberapa yang berhalangan hadir, antusiasme peserta a dinilai tetap tinggi.

“Awalnya lomba ini diperuntukkan bagi perwakilan kecamatan. Namun karena ada wilayah yang tidak dapat mengirimkan peserta, akhirnya dibuka kategori umum. Tidak ada batasan usia, sehingga anak SD pun diperbolehkan ikut,” ujar Widiya.

Ia menjelaskan, penilaian lomba menitikberatkan pada kualitas vokal dan kejelasan pelafalan syair. Unsur cengkok menjadi asalah satu tantangan tersendiri dalam karungut.

“Karungut memiliki karakter unik. Kalau salah di bagian akhir nada, iramanya bisa hilang. Itu yang paling sering menjadi kesulitan peserta,” jelasnya.

Ajang ini tidak hanya menjadi panggung ekspresi budaya, tetapi juga sarana seleksi. Pesertaterbaik nantinya akan mewakili Kotim pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Karungut merupakan salah satu cabang andalan Kotim di FBIM. Selama ini Kotim hampir selalu membawa pulang prestasi, minimal juara harapan,” ungkap Widiya.

Salah satu peserta, Ijie dari Kecamatan Cempaga, mengaku telah mempersiapkan diri jauh sebelum lomba digelar. Ia menekuni seni karungut sejak duduk di bangku SMP dan telah beberapa ksli mengikuti kompetisi serupa.

“Persiapan dilakukan sejak lama. Saya berharap bisa kembali meraih hasil terbaik tahun ini,” harapnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#perlombaan #karungut #Festival Budaya Habaring Hurung #sampit expo