NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Hari pertama Ramadan, masyarakat Lamandau antusias berburu takjil. Titik paling ramai adalah halaman Masjid Baiturrahman, Jalan Batu Batanggui. Para pengunjung mencari berbagai jajanan untuk berbuka puasa.
Warga memadati area pasar Ramadhan sejak siang hari. Para pedagang tampak sibuk melayani pembeli yang berdatangan silih berganti.
Berbagai macam jajanan khas Ramadhan tersaji, mulai dari takjil sederhana seperti kolak pisang dan bubur kacang hijau, hingga aneka gorengan, kue kering, dan makanan berat lainnya. Aroma harum makanan yang menggoda selera semakin menambah semarak suasana.
Salah satu pedagang, Amel, mengungkapkan rasa syukurnya atas keramaian yang terjadi di awal Ramadhan ini. Hampir sebagian beaar dagangannya habis dalam waktu cepat.
"Alhamdulillah, sangat bersyukur sekali. Ramai sekali pembeli sejak sore tadi. Yang paling dicari adalah bingka kentang. Semoga ramai terus sampai akhir Ramadan," ujarnya dengan senyum sumringah.
Ia mengaku telah mempersiapkan stok barang dagangannya dengan matang untuk memenuhi permintaan yang tinggi.
Hal senada juga diungkapkan oleh beberapa pedagang lain. Mereka mengaku optimis akan mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi selama bulan Ramadan ini.
Keberadaan pasar Ramadan di halaman Masjid Baiturrahman ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi warga dalam mencari takjil dan makanan berbuka, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya.
Hal ini tentu saja memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Selain itu, pasar Ramadan juga menjadi tempat berkumpulnya warga, mempererat tali silaturahmi antar sesama.
Anak-anak terlihat riang bermain sambil menunggu orang tuanya berbelanja, sementara para orang tua tampak asyik memilih-milih ta'jil yang akan digunakan untuk berbuka.
Suasana keakraban dan kebersamaan yang tercipta di Pasar Ramadan Masjid Baiturrahman ini menjadi bukti nyata kerukunan yang tercipta dengan sangat baik di Lamandau. Tidak hanya umat muslim yang datang, banyak pula warga nonmuslim yang ikut meramikan jajanan khas Ramadan ini. (mex/yit)
Editor : Slamet Harmoko