SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di satu TPS Desa Waringin Agung, Kecamatan Antang Kalang, tak memengaruhi jadwal Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada 2024 yang digelar KPU Kotim. Tahapan itu ditargetkan tuntas sampai 6 Desember besok.
”PSU di Desa Waringin Agung masih berlangsung prosesnya. Jadi, nanti setelah dari sana akan dilakukan rekapitulasi. Bukan menyusul, karena antreannya juga masih panjang. Masih ada kecamatan lain yang juga belum. Perkiraan kami, di sana selesai dibawa ke kabupaten untuk pleno, pas gilirannya Kecamatan Antang Kalang," kata Muhammad Rifqi, Ketua KPU Kotim, Rabu (4/12).
Rifqi menuturkan, proses rekapitulasi yang digelar pihaknya rencananya berlangsung pada 4-6 Desember. ”Mudahan lancar. Kalaupun selesai sebelum itu syukur juga. Yang penting tidak ada permasalahan," ujarnya.
Rifqi mengatakan, untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Kotim setelah rekapitulasi akan dilanjutkan dengan penetapan hasil. Adapun untuk Pilkada Kalteng diproses lagi untuk rekapitulasi di tingkat provinsi.
Menurutnya, proses rekapitulasi merupakan bagian dari transparansi dan tahapan yang harus dilalui untuk memastikan keakuratan hasil pemilihan. ”Proses ini bagian dari tahapan yang harus dilalui untuk transparansi," tegasnya.
Lebih lanjut Rifqi mengatakan, semua saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, serta saksi paslon bupati dan wakil bupati hadir dalam proses rekapitulasi tersebut.
”Berdasarkan mandat yang kami terima untuk saksi paslon, hadir semua pada kegiatan ini," katanya.
Sampai sore kemarin, proses rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng berjalan lancar. KPU menyelesaikan 16 dari 17 kecamatan. Sisa satu kecamatan, yakni Antang Kalang, akan dilanjutkan hari ini.
”Proses rekapitulasi suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng dan Bupati dan wakil bupati Kotim diharapkan selesai tepat waktu," kata Rifqi.
Sementara itu, terkait hasil PSU di Desa Waringin Agung belum diketahui sampai tadi malam. Sejumlah pihak yang dihubungi Radar Sampit tak merespons panggilan telepon maupun pesan elektronik. (yn/hgn/ign)
Editor : Slamet Harmoko