NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Lamandau, khususnya para pengguna jalan di kawasan Bundaran Simpang Sepaku–Perigi.
Pemerintah Kabupaten Lamandau saat ini tengah melakukan pekerjaan pengaspalan di ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan. Proyek peningkatan jalan Sepaku–Perigi tersebut menelan anggaran sebesar Rp1,5 miliar.
Berdasarkan data pada papan proyek, pekerjaan peningkatan jalan dimulai sejak 17 September 2025 dan ditargetkan selesai pada 10 Desember 2025. Pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu demi meningkatkan kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung. Ia menegaskan, ruas jalan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur utama perekonomian yang menghubungkan empat kecamatan.
“Saya memahami penggunaan jalan ini sangat vital karena menjadi urat nadi perekonomian empat kecamatan. Oleh karena itu, tahun depan kami akan melanjutkan perbaikannya hingga jalan ini benar-benar fungsional sesuai harapan bersama,” ujarnya.
Rizky menambahkan, pembenahan infrastruktur jalan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun, dengan dukungan masyarakat, ia optimistis peningkatan jalan secara bertahap dapat terealisasi.
Selain dibiayai dari APBD Kabupaten Lamandau, peningkatan jalan Sepaku–Perigi juga telah diusulkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar dapat diakomodasi dalam program pembangunan tahun depan. Langkah ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
Kepala Dinas PUPR Perkimtan Kabupaten Lamandau, Joni Elen, menjelaskan bahwa tahun ini pekerjaan difokuskan pada pengaspalan di area Bundaran Simpang Sepaku dan jalan masuk Sepaku–Perigi sepanjang 200 meter.
Ia berharap usulan peningkatan jalan ke Pemerintah Provinsi dapat terealisasi tahun depan sehingga perbaikan dapat dilanjutkan ke titik-titik yang mengalami kerusakan parah. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno