SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Kecelakaan tragis dialami Fitriani, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Teluk Sampit ketika sedang mengayuh sepeda di malam hari, Jumat (5/12) sekitar pukul 19.00 WIB.
Tak ia duga, sebuah kendaraan dump truck tiba-tiba berpapasan dengannya saat melintas di Jalan dari arah Kuala Pembuang menuju ke arah Ujung Pandaran. Dalam suasana jalan gelap, wanita ini diserempet truk yang datang dari arah berlawanan.
Meski tak tertabrak telak, namun lengan kanannya terlindas ban belakang truk, dan mengalami luka parah dan diduga patah tulang. Wanita itu pun harus dirujuk ke RSUD Dr Murjani Sampit, setelah sempat mendapat penanganan pusat pelayanan Kesehatan terdekat.
Rosyid, salah satu saksi di lapangan mengungkapkan, kecelakaan ini bermula saat dump truk warna kuning, yang dikemudikan Anjasmara, warga asal Kabupaten Seruyan, melaju dari arah Ujung Pandaran menuju ke Kuala Pembuang.
Namun, saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), mendadak berpapasan dengan korban Karena kondisi jalan yang cukup gelap, membuat pengemudi truk tidak sempat lagi menghindar, hingga terjadi kecelakaan.
"Sepeda yang dikendarai oleh korban diduga terserempet. Akibatnya, korban terjatuh hingga tangan sebelah kanannya terlindas oleh ban belakang truk," ujar warga tersebut, yang kebetulan melintas ketika kejadian tersebut.
Warga yang berada di sekitar lokasi pun, kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas. Tak lama, pihak kepolisian tiba di lokasi hingga kedua kendaraan yang terlibat diamankan.
Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polres Kotim AKP Hariyanto membenarkan tentang kecelakaan tersebut. Menurutnya, akibat kejadian itu korban harus mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD dr Murjani.
"Korban mengalami luka berat. Anggota sudah ke lapangan melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan saksi yang ada,"ungkapnya, Sabtu (6/12) kemarin.
Hariyanto juga meminta kepada masyarakat agar lebih mengutamankan keselamatan saat sedang berkendara di jalan. "Untuk informasi lebih lanjut nanti disampaikan. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan," tutupnya. (sir/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama