Tidak diketahui penyebab utama kebakaran, namun diduga lantaran ada korsleting listrik, yang berasal dari colokan kipas angin di rumah tersebut. Peristiwa ini menghanguskan rumah yang terbuat dari kayu itu, sampai tak ada barang berharga korban yang berhasil diselamatkan.
Salah satu korban kebakaran yang juga jadi penghuni rumah Larsiah (50) mengatakan, saat kejadian itu, tak kurang dari 1 jam ia sedang keluar rumah untuk membeli sayur. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab utama api muncul. Namun menurutnya di dalam rumah itu seluruh colokan listrik menyala, baik lampu kamar, dapur dan lainnya.
Menurutnya akibat peristiwa itu, tidak ada harta benda berharga berhasil diselamatkan. Mulai dari dokumen penting, uang dan sebuah sepeda motor.
“Saya tidak bisa apa-apa, hanya baju dibadan yang bisa diselamatkan.Tidak tahu kenapa bisa terbakar,tapi sebelum itu memang mencium bau kabel terbakar, hanya saja tidak curiga,”ungkap Larsiah, sambil meneteskan air mata.
Salah satu saksi mata Mahmud (45) mengungkapkan, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Saat dirinya lewat tidak terjadi apa-apa, namun selang beberapa menit saat sampai di warung tak jauh dari lokasi kebakaran, rumah itu sudah penuh dengan asap hitam hingga tak lama langsung api berkobar dan membakar rumah tersebut.
”Saya teriak, api-api kebakaran. Kemudian api cepat membakar rumah. Ada ledakan setelah api membesar.Tapi bukan awalnya ada ledakan baru api,” ungkap pria yang merupakan tetangga korban ini.
Sementara itu, saat api berkobar tim gabungan dari TNI, Polri, Dinas Kehutanan Kalteng, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya,,Satpol PP Kota Palangka Raya, TSAK hingga BPK bahu-membahu berupaya memadamkan api.
Koordinator Tim Damkar Kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, berdasarkan pengakuan korban, saat mau meninggalkan rumah penghuni rumah itu memang ada mencium bau seperti plastik terbakar.
“Namun tidak dihiraukan lantaran menduga bau itu biasanya dari tetangga yang membakar sampah. Kondisi dalam rumah tidak ada menghidupkan kompor gas, dan selama ini menjadi kebiasaan selalu lampu hidup di setiap kamar juga colokan kipas angin selalu terpasang. Diduga hal itu menjadi penyebab kebakaran,” ujarnya.
Sucipto menambahkan, sebelum api membesar memang melihat asap tebal sekali di semua sudut rumah dan tak lama api membesar. Kemudian terdengar suara ledakan dan membuat kaca rumah yang terbakar berhamburan.
“Setelah itu tim Damkar tiba dan melakukan langkah penyiraman dan dapat mengurangi temperatur suhu panas dan memperlambat api berpindah ke bangunan lain, serta melokalisir lokasi kebakaran,” pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama