Radarsampit.jawapos.com - Baru-baru ini di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), beredar pesan via Whatsapp ke sejumlah kepala desa yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) setempat.
Pesan tersebut terkait dengan penawaran proyek dan meminta sejumlah uang pelicin.
Namun hal itu telah dibantah oleh Kepala Dinas PUPR Kobar M Hasyim Muallim, yang menegaskan bahwa pesan melalui WA itu upaya penipuan dengan pencatutan namanya oleh orang tak bertanggungjawab.
Kejadian tersebut pun bisa menjadi peringatan bagi semua pihak, agar waspada terhadap aksi-aksi penipuan yang menggunakan aplikasi di media sosial. Berikut adalah beberapa cara untuk mendeteksi adanya pesan penipuan:
Tetap Tenang
Tujuan utama penipu adalah membuat kita panik. Ketika kita panik, kita lebih mudah terjebak dan kurang waspada.
Jadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Jangan langsung bereaksi terhadap pesan yang diterima.
Tarik napas dalam-dalam dan pikirkan secara rasional sebelum mengambil tindakan. Jangan terburu-buru merespon atau menindaklanjuti pesan yang mencurigakan.
Analisa Pesannya
Emosi yang kuat, baik itu rasa takut, kegembiraan, atau urgensi, sering digunakan oleh penipu untuk menjebak korbannya.
Mari kita lihat elemen-elemen yang perlu dianalisa dalam sebuah pesan untuk mendeteksi kemungkinan penipuan.
Lihat Foto Profil Pengirim
Cek foto profil pengirim. Akun resmi biasanya menggunakan logo atau branding yang sesuai. Waspadai foto profil yang tampak tidak relevan, kosong, atau tampak seperti hasil edit yang tidak profesional.
Nama dan Identitas Pengirim
Periksa nama dan identitas lainnya seperti nomor telepon, alamat email, atau ID media sosial. Bandingkan dengan informasi resmi yang biasanya dapat diverifikasi di situs web perusahaan atau organisasi terkait.
Kemudian Checkmark (Tanda Centang): Banyak platform media sosial dan aplikasi chat menyediakan tanda centang untuk akun-akun resmi.
Meskipun tanda centang ini dapat membantu, penipu kadang memalsukan checkmark dengan menggunakan emoji atau fitur verifikasi berbayar. Jangan sepenuhnya mengandalkan tanda centang sebagai jaminan keaslian.
Periksa Kapan Akun Dibuat
Cek tanggal pembuatan akun jika memungkinkan. Akun yang baru dibuat lebih cenderung menjadi akun palsu. Akun resmi biasanya telah ada cukup lama dan memiliki aktivitas yang konsisten.
Periksa Tata Bahasa, Penulisan, dan Ejaan
Pesan penipuan sering kali ditulis dengan tata bahasa yang buruk atau terdapat banyak kesalahan ejaan. Perhatikan jika pesan mengandung banyak kesalahan tata bahasa atau ejaan. Pesan resmi biasanya ditulis dengan baik dan profesional.
Periksa Desain Visual dan Gambar
Penipuan sering kali menggunakan desain yang tidak profesional atau tidak konsisten dengan branding asli.
Cek apakah desain pesan atau elemen visualnya terlihat tidak profesional. Pesan yang tampak dibuat dengan buru-buru atau tidak memperhatikan detail mungkin adalah tanda penipuan.
Waspadai Tautan dan Lampiran
Tautan atau lampiran dalam pesan penipuan sering kali berbahaya dan dapat mengunduh virus atau malware.
Jadi jangan langsung mengklik tautan atau mengunduh lampiran yang dikirim oleh pengirim yang tidak dikenal. Verifikasi terlebih dahulu sebelum membuka tautan atau lampiran tersebut.
Jangan Berinteraksi dengan Penipu
Ketika sebuah pesan dicurigai sebagai penipuan, hindari berinteraksi dengan penipu. Jangan membalas pesan, mengkritik, atau mencoba memancing balik penipu.
Respon dari kita akan memberi tahu penipu bahwa identitas kita aktif. Ini dapat membuat penipu menjual informasi kita kepada penipu lain atau mencoba menipu kita lagi dengan cara yang lebih canggih.
Penipu yang merasa tersinggung bisa saja melakukan serangan lebih lanjut dengan metode lain.
Gunakan Verifikasi Lanjutan
Jika masih ragu, lakukan verifikasi lanjutan untuk memastikan keaslian pesan tersebut. Gunakan mesin pencari untuk mencari informasi tentang identitas atau pesan yang diterima. Lihat apakah ada orang lain yang melaporkan penipuan serupa di media sosial atau forum online.
Anda dapat menggunakan tools seperti Google Safe Browsing, Norton Safe Web, atau URLVoid untuk mengetahui apakah sebuah situs aman atau terindikasi sebagai penipuan.
Selain itu anda juga bisa cek nomor penipu atau pengirim pesan di aplikasi pelacak nomor hp seperti Get Contact dan Truecaller.
Biasanya, akan ada tag yang merujuk ke nama pengirim. Bila tag tidak meyakinkan atau bahkan ada label spam, maka dapat dipastikan pesan tersebut penipuan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Laporan dan Blokir
Jika pesan tersebut sudah teridentifikasi sebagai penipuan, langkah selanjutnya adalah melaporkan dan memblokir pengirimnya.
Laporkan pesan dan pengirimnya ke penyedia layanan yang digunakan (misalnya, WhatsApp, Instagram, email provider, dan lain-lain.
Setelah melaporkan, blokir pengirim untuk mencegah interaksi lebih lanjut. Kemudian beritahu teman, keluarga, dan rekan kerja untuk waspada terhadap penipuan serupa.
Selain itu yang juga penting, anda harus tetap tenang, analisa pesan dengan cermat, dan selalu verifikasi informasi sebelum mengambil tindakan. Hindari berinteraksi dengan penipu dan laporkan mereka agar orang lain tidak menjadi korban berikutnya. (bli/int/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama