SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Penyebab aksi penusukan yang menimpa seorang pria berinisial VN di areal kebun sawit PT Agrinas Palma Nusantara, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih misterius.
Meski demikian aparat mulai menemukan benang merah atas kasus yang membuat heboh Kotim itu. Dugaan sementara, insiden tersebut dipicu persoalan rumah tangga.
Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban berinisial VN mengalami luka parah usai terlibat cekcok dengan pihak keluarga.
Namun apakah korban ditusuk atau karena hal lain, aparat kepolisian masih belum mau mengungkapkannya.
“Korban selama ini tinggal bersama istrinya. Dugaan sementara, sebelum kejadian sempat terjadi cekcok dengan keluarga,” ujar AKP Edy Wiyoko melalui sambungan telepon.
Sebelumnya, peristiwa ini sempat menghebohkan warga dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban terlihat tergeletak bersimbah darah dengan luka serius di bagian leher.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit dan hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dengan kondisi kritis.
AKP Edy menambahkan, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Proses penyelidikan masih terus berlanjut, termasuk pendalaman keterangan dari para saksi.
“Kasus ini masih kami tangani. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk istri korban, terus dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh,” tegasnya.
Diketahui, VN merupakan warga asal Kabupaten Lamandau yang telah lama menetap dan bekerja di wilayah Kecamatan Sungai Sampit.
Kasatreskrim Polres Kotim, AKP Sugiharso, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polsek Sungai Sampit.
“Benar telah terjadi peristiwa tersebut. Saat ini kami masih mendalami apakah VN ini merupakan korban penganiayaan atau percobaan bunuh diri. Itu yang masih kami selidiki,” ujar Sugiharso, Selasa (6/1/2026).
Ia menambahkan, kondisi korban saat ini masih kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Murjani Sampit.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian guna mengungkap fakta sebenarnya.
“Korban merupakan warga asal Lamandau, namun diketahui sudah cukup lama tinggal di Kecamatan Sungai Sampit,” pungkasnya.
Pihak kepolisian memastikan akan mengungkap secara tuntas penyebab peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum. (sir)
Editor : Slamet Harmoko