Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebulan Jebol, Siring di Jalan Muchran Ali Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Yuni Pratiwi Iskandar
JEBOL: Warga menunjukkan siring jebol di Jalan Muchran Ali Sampit, Senin (1/6). (IST) 
JEBOL: Warga menunjukkan siring jebol di Jalan Muchran Ali Sampit, Senin (1/6). (IST) 

Advertisement

  

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kerusakan siring atau turap penahan tanah di Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah dibiarkan lebih dari satu bulan tanpa penanganan. Kondisi tersebut menyebabkan gerusan tanah semakin meluas dan mendekati badan jalan, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kerusakan diduga terjadi akibat derasnya aliran air hujan yang mengalir menuju Sungai Mentaya. Debit air yang tinggi secara perlahan mengikis tanah di sekitar konstruksi penahan hingga akhirnya siring jebol.

Advertisement

Salah seorang warga setempat, Idamin, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dari satu bulan dan belum ada upaya perbaikan di lokasi.

“Sudah lebih dari satu bulan kondisinya seperti ini. Saat hujan, arus air yang mengalir ke bawah sangat deras sehingga siring tidak mampu menahan gerusan dan akhirnya rusak,” ujarnya, Senin (1/6).

Ia menjelaskan, selain merusak siring, kondisi itu juga menyebabkan tanah di sekitar lokasi terus terkikis. Jika dibiarkan, lubang yang terbentuk dikhawatirkan semakin membesar dan mengganggu kestabilan badan jalan yang berada tepat di atasnya.

Advertisement

Idamin mengaku telah melaporkan kondisi tersebut melalui salah satu anggota DPRD Kotim. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut maupun pengecekan dari instansi terkait.

“Sempat kami sampaikan melalui anggota dewan dan informasinya sudah diteruskan, tetapi sampai sekarang belum ada yang datang meninjau ataupun melakukan perbaikan,” katanya.

Warga menilai penanganan perlu segera dilakukan untuk mencegah kerusakan meluas, mengingat lokasi tersebut terus mendapat tekanan aliran air saat musim hujan. Selain itu, keterlambatan perbaikan dikhawatirkan akan meningkatkan biaya penanganan di kemudian hari.

“Yang kami khawatirkan bukan hanya siringnya, tetapi jalan di atasnya. Kalau tanah di bawah terus tergerus, bukan tidak mungkin badan jalan ikut amblas,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bulog Kotawaringin Timur Optimistis Serapan Gabah Capai Target

Bulog Kotawaringin Timur Optimistis Serapan Gabah Capai Target

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis mampu mencapai target penyerapan gabah petani pada 2026.

Paskibraka Kotawaringin Timur Study Tour ke Yogyakarta

Paskibraka Kotawaringin Timur Study Tour ke Yogyakarta

Pj Sekda Kotim Umar Kaderi melepas peserta Study Tour Kebangsaan Paskibraka Tahun 2026 di Aula Anggrek Tewu Kantor Bupati Kotim, Jumat (19/6

Penyaluran Minyakita di Kotim Bakal Dievaluasi. TPID Temukan Harga Tak Sesuai HET di Masyarakat

Penyaluran Minyakita di Kotim Bakal Dievaluasi. TPID Temukan Harga Tak Sesuai HET di Masyarakat

Persoalan harga Minyakita yang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di di Kabupaten Kotawaringin Timur , bakal menjadi evaluasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer