PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen hadir bersama pemerintah daerah memantau dan mengawasi ketersediaan harga kebutuhhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Kalteng, Dwi Listiyantoro, menyebutkan pemerintah sudah membuat berbagai langkah strategis untuk memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasaran dalam kondisi aman.
"Hingga sekarang tidak ada harga yang melambung tinggi, dan pasokan lancar. Kami dari HMI menyambut baik keseriusan pemerintah dalam programnya ini," katanya, Kamis (12/3)
Pemerintah daerah sendiri hingga saat ini terus menggencarkan berbagai program stabilitas harga. Salah satunya memperluas gerakan paasar pangan murah, operasi pasar, hingga pemantauan langsung ke pasaran.
Stabilitas harga dan keteresediaan bahan pokok yang tetap terjaga tentunya menjadi hal baik, terutama untuk mengimbangi tingginya permintaan masyarakat yang biasanya mulai terlihat saat lima hari menjelang Idul Fitri.
"Selama puasa sampai mendekati Idul Fitri, kami melihat gerakan menjaga stabilitas harga sangat baik. Secara umum kondisi di tempat kita relatif stabil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ucapnya.
Dengan kondisi di pasaran yang tergolong aman, Dwi mengajak masyarakat untuk tetap bijak berbelanja kebutuhannya karena pemerntah juga menjamin tidak akan terjadi kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok.
"Yang terpenting masyarakat tidak khawatir harga naik, tidak perlu takut barang langka. Sekarang pemerintah sudah menjamin semua aman," ucapnya.
Sementara Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) memastikan terus melakukan pemantauan secara real time setiap hari.
Kasubag TU UPT Pasar DPKUKMP, Dodhy Parulian Hutajulu, menyampaikan berdasarkan pemantauan tidak ditemukan hal-hal yang berpotensi memengaruhi harga.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir aka kekurangan pasokan, pemerintah pastikan semua aman dan harga tidak ada kenaikan," bebernya. (sho)
Editor : Heru Prayitno