Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Menjamu PSM Makassar di Gelora Bung Tomo, Bonek Tuntut Persebaya Surabaya Harus Menang

Agus Jaka Purnama • Senin, 23 Februari 2026 | 05:00 WIB

BONEK: Ribuan suporter Persebaya Surabaya saat di stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
BONEK: Ribuan suporter Persebaya Surabaya saat di stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

radarsampitjawapos.com- Pembuktian Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares  akan tersaji saat timnya menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2). Laga pekan ke-23 Super League 2025/2026 itu,  menjadi momentum wajib bagi Green Force untuk bangkit sekaligus meredam kritik tajam para suporternya, Bonek.

Persebaya Surabaya harus segera move on setelah dipermalukan Persijap Jepara dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2). Kekalahan tersebut  juga memunculkan tanda tanya besar terhadap racikan strategi sang pelatih.

Tiga gol Persijap dicetak lewat brace Iker Guarrotxena pada menit ke-32 dan 90+12’, serta Alexis Gomez menit ke-71. Sementara satu-satunya gol hiburan Persebaya Surabaya lahir dari titik putih lewat Bruno Moreira pada menit 90+2’.

Situasi makin pahit karena Persebaya Surabaya harus kehilangan Rachmat Irianto pada menit ke-86. Absennya gelandang andalan itu jelas mengganggu keseimbangan lini tengah yang selama ini jadi salah satu kekuatan utama.

Imbas hasil minor tersebut, Persebaya Surabaya gagal memangkas jarak dari Malut United di papan atas klasemen. Malut United justru menjauh setelah mencuri hasil imbang dramatis 2-2 di markas Semen Padang.

Kini Persebaya Surabaya tertahan di posisi kelima dengan 35 poin dari 22 pertandingan. Selisih enam angka dari Malut United di peringkat keempat membuat persaingan menuju zona atas makin ketat.

Ancaman lain datang dari Persita Tangerang yang memiliki poin identik, 35 angka. Jika Persita mampu mencuri minimal satu poin saat bertandang ke markas Persib Bandung, posisi Persebaya Surabaya bisa tergeser.

Tekanan klasemen itu diperparah dengan derasnya kritik dari suporter setia, Bonek. Seusai laga di Jepara, kolom komentar media sosial Persebaya Surabaya langsung dibanjiri evaluasi tajam.

Sorotan paling keras mengarah kepada pelatih kepala, Bernardo Tavares. Sosok yang sempat dipuji karena membawa tren unbeaten dalam empat laga awal kini dituntut menunjukkan variasi taktik.

Bonek mulai jengah dengan pola long ball yang dianggap terlalu dominan. Padahal, strategi itu sempat efektif dengan memaksimalkan dua winger cepat Persebaya Surabaya.

”Bener jare suporter PSM lak BT strategine cuma ngandalno longball digendong Pluim ambek Sayuri bersaudara.. Gk ngoros aku maido!!! Ayo!!” tulis salah satu Bonek.

Komentar tersebut menyiratkan keraguan terhadap fleksibilitas taktik yang diterapkan. Komentar lain tak kalah pedas. ”long ball enjoyaza,” tulis yang lain.

Kritik singkat itu menegaskan kejenuhan suporter terhadap pola permainan yang dianggap monoton. ”Kontenmu apik, mainmu elek,” ungkap Bonek lainnya. Kalimat sederhana itu seperti menampar keras performa tim di atas lapangan.

Bonek lain juga menyindir. ”Terusno mekso longball , hmm kon yo,” tutur Bonek.

Nada frustrasi semakin terasa dalam komentar. ”Gausah kemalan long ball gak jelas,” ujar yang lain.

Tak berhenti di situ, kritik teknis juga muncul. ”Umpan panjang seng gak jelas-jelas bisa dikurangi gak see???” papar Bonek.

Bahkan ada yang membandingkan dengan era sebelumnya. ”Enak maenie zaman Aji Santoso biyen rek sentuhane AKEH,” tambah supporter lainnya.

Sindiran cukup panjang dan menyentil karakter permainan. ”Kakean umpan lambung, akhir e jagak no pinalty, joll, karaktere pemain Surabaya kuwi ngeyel, tiki taka,,, ora teko teko bukooo,, goh pemasukan gwe cah cah mbek,” ungkap Bonek.

Rangkaian komentar itu menjadi alarm keras bagi tim pelatih. Di tengah badai kritik, Bernardo Tavares memilih fokus menatap laga berikutnya.

”Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan,” ungkap Bernardo Tavares.

Ucapan tersebut menjadi sinyal jika dia sadar tekanan sedang memuncak. Namun, kata-kata saja tak cukup tanpa pembuktian konkret di lapangan.

Laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo akan jadi panggung ujian sesungguhnya. Publik Surabaya menanti sentuhan taktik berbeda, bukan sekadar umpan panjang yang mudah terbaca lawan.

Persebaya Surabaya wajib menang bukan hanya demi tiga poin, tetapi juga demi memulihkan kepercayaan diri tim. Kemenangan juga penting menjaga asa menembus papan atas klasemen Super League 2025/2026.(moc/lat/jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#bonek #harus menang #persebaya surabaya #Bernardo Tavares #Super League 2025 2026 #psm makassar #Gelora Bung Tomo GBT