Hujan Belum Merata, Karhutla Masih Mengancam

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 04:30 WIB
Prakirawan Cuaca BMKG Kotim H. Asan Alfa Centauri saat diwawancarai terkait potensi hujan yang belum merata dan ancaman karhutla, Kamis (29/10).  (Rifani/Radar Sampit)
Prakirawan Cuaca BMKG Kotim H. Asan Alfa Centauri saat diwawancarai terkait potensi hujan yang belum merata dan ancaman karhutla, Kamis (29/10).  (Rifani/Radar Sampit)  

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Hujan yang mulai turun belum menjamin kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berakhir. Pada masa peralihan menuju musim hujan, potensi hujan di Kabupaten Seruyan dan sekitarnya masih belum merata sehingga sejumlah wilayah tetap berisiko mengalami kebakaran lahan.

Prakirawan Cuaca BMKG H. Asan Kotim, Alfa Centauri, mengatakan peluang hujan mulai muncul, tetapi intensitas dan sebarannya masih terbatas. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap karhutla perlu tetap ditingkatkan.

“Dalam satu minggu ke depan, kemungkinan hujan belum merata. Ini masih masa peralihan menuju musim hujan, sehingga hujan tetap ada, tetapi belum banyak,” katanya kepada awak media, Kamis (29/10).

Menurut Alfa, tingkat kerawanan kebakaran juga perlu menjadi perhatian. Berdasarkan pembaruan kondisi cuaca dan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami kebakaran lahan.

Ia menjelaskan, peralihan musim tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah. Waktu datangnya hujan dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi masing-masing lokasi.

“Hujan yang turun di satu kawasan belum tentu diikuti kondisi serupa di wilayah lainnya,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap mewaspadai lahan kering yang mudah terbakar, terutama di wilayah yang belum mendapatkan hujan secara konsisten.

Alfa menegaskan, perubahan menuju musim hujan membutuhkan waktu. Selama curah hujan belum merata, kewaspadaan terhadap karhutla harus tetap dipertahankan. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
cuaca seruyan karhutla