AQMS Kotim Gangguan, DLH Gunakan Data Katingan Sebagai Referensi Kualitas Udara

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:55 WIB
Suasana pagi di salah satu sudut Kota Sampit diselimuti asap tipis akibat kebakaran lahan, Selasa (21/7/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Suasana pagi di salah satu sudut Kota Sampit diselimuti asap tipis akibat kebakaran lahan, Selasa (21/7/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengumumkan bahwa alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang digunakan untuk memantau kualitas udara di daerah itu saat ini mengalami gangguan teknis.

Akibatnya, data kualitas udara lokal belum dapat diperbarui.

Sebagai acuan sementara, DLH menggunakan data kualitas udara dari wilayah sekitar, yakni Kabupaten Katingan, yang dipadukan dengan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK).

Berdasarkan data referensi tersebut, kualitas udara di wilayah sekitar berada pada kategori sedang. Meski demikian, DLH menegaskan bahwa data Kabupaten Katingan hanya digunakan sebagai referensi dan bukan hasil pengukuran langsung kondisi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepala DLH Kotim Marjuki, mengatakan pihaknya masih melakukan penanganan terhadap gangguan teknis pada AQMS agar alat tersebut dapat kembali beroperasi normal.

"Untuk sementara kami menggunakan data referensi dari wilayah sekitar sebagai gambaran kondisi kualitas udara. Data tersebut bukan hasil pengukuran langsung di Kotawaringin Timur karena AQMS masih mengalami gangguan teknis," kata Marjuki, Selasa (21/7/2026). 

Ia mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan, mengurangi aktivitas yang dapat menambah pencemaran udara, serta menggunakan masker apabila kualitas udara memburuk.

"Menjaga kualitas udara merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan ikut menjaga lingkungan agar tetap sehat," ujarnya.

DLH juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Informasi terbaru mengenai kondisi lingkungan akan terus disampaikan melalui kanal resmi DLH Kotim setelah sistem pemantauan kualitas udara kembali berfungsi normal. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
AQMS Kotim Rusak Kualitas Udara Kotim katingan sampit kabut asap