Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catatan Perjalanan ke Timor Leste (4): Pelukan Saudara Seperjuangan

A
Penulis: Admin❯
Dua sahabat lama berjumpa kembali setelah puluhan tahun tidak bertemu. Dan tgl 18 Mei 2026, mereka bertemu pada Acara Prezidente Horta Show.  (Foto: Pebri Ayu Lestari)
Dua sahabat lama berjumpa kembali setelah puluhan tahun tidak bertemu. Dan tgl 18 Mei 2026, mereka bertemu pada Acara Prezidente Horta Show.  (Foto: Pebri Ayu Lestari) 

Advertisement

 

Oleh Kusni Sulang & Andriani SJ Kusni

Saat yang paling mengesankan bagi Kami adalah saat melihat Presiden Ramos bersama para undangan lainnya berdiri di ruangan menunggu Kami. Dua puluh tahun kami tak saling berjumpa. Saya mengikuti keadaan dan kegiatan Ramos hanya dari berita-berita media, sedangkan Ramos sama sekali tidak tahu tentang diri saya. Ia hanya tahu bahwa saya ada di Kalimantan, tapi tak tahu persis Kalimantan bagian mana.

Advertisement

Didorong oleh keinginannya bertemu kembali dan memberikan salah satu medali tertinggi negaranya Republik Demokratik Timor Leste kepada Kusni Sulang, menggunakan berbagai platform media sosial, ia pun mencari Kusni dan dapat. Ramos mendapat nomor kontak Kusni dan secara pribadi ia segera menghubungi teman lamanya itu. 

Sesungguhnya, saya tidak suka Ramos mencari saya melalui media sosial (medsos), karena cara ini membuat saya terekspos , hal yang sama sekali tidak  saya sukai dan selalu saya coba hindari. Apalagi jika menjadi viral. Untuk pekerjaan saya eksposur begini tidak menguntungkan. Tapi saya paham mengapa Ramos menggunakan cara ini untuk mencari saya.

Ketika masuk ruangan yang digunakan untuk menyelenggarakan acara The Przidente Horta Show, dari kejauhan saya sudah melihatnya. Ia pun melihat saya. Sejenak kami saling tatap. Diam. Saling pandang dari ujung rambut hingga ujung kaki. Orang-orang sekeliling semua diam. Memandang kami dengan perhatian penuh. Akhirnya kami berpelukan erat. Kudengar ia mengatakan lirih: ”Akhirnya kita ketemu kembali. Akhirnya kau datang.”

Advertisement

”Setelah dua puluh tahun lebih berlalu”.

”Dua puluh tahun lebih“. Kulihat ia seperti orang menghitung sesuatu dan mengumpulkan ingatan. 

”Ya, dua puluh tahun lebih.” Dan dalam hati saya berkata, ketika kita masing-masing tambah usia. Saya, Ramos juga, memeluk saya tidak sebagai seorang Presiden tapi sebagai seseorang memeluk saudara seperjuangannya yang lama tidak berjumpa. Saya menggunakan istilah saudara seperjuangan, dan bukan saudara kandung, karena hubungan antara saudara seperjuangan, dalam kenyataan yang saya hadapi, lebih dekat dari hubungan antar saudara kandung. Apalagi jika hubungan antar saudara seperjuangan  itu sudah teruji dalam badai-topan perjuangan. Dalam WhatsApp pribadinya pun, Ramos menggunakan istilah pada Kusni Sulang.

“Great my brother. I am in Europe now, back home 15th. I will follow up with Filomeno Faria.”, tulisnya dalam sebuah WhatsApp (WA) ke Kusni Sulang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Catatan Perjalanan ke Timor Leste (3): The Prezidente Horta Show

Catatan Perjalanan ke Timor Leste (3): The Prezidente Horta Show

Istana Kepresidenan Timor Leste mengabarkan bahwa Kusni Sulang akan mengisi acara The Prezidente Horta Show.

Catatan Perjalanan ke Timor Leste (2): Ini Solidaritas dan Kasih Sayang Sesaudara

Catatan Perjalanan ke Timor Leste (2): Ini Solidaritas dan Kasih Sayang Sesaudara

Kusni Sulang tampil dalam acara Horta Show yang dipandu langsung oleh Presiden Timor Leste José Ramos Horta, Mei 2026 lalu.

Catatan Perjalanan ke Timor Leste (1): Bertemu Presiden Josė Manuel Ramos Horta

Catatan Perjalanan ke Timor Leste (1): Bertemu Presiden Josė Manuel Ramos Horta

Perjalanan Kusni Sulang dan Andriani SJ Kusni ke Timor Leste pada Mei 2026 bukan sekadar memenuhi undangan Presiden José Ramos Horta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer