
Oleh Kusni Sulang & Andriani SJ Kusni
Saat yang paling mengesankan bagi Kami adalah saat melihat Presiden Ramos bersama para undangan lainnya berdiri di ruangan menunggu Kami. Dua puluh tahun kami tak saling berjumpa. Saya mengikuti keadaan dan kegiatan Ramos hanya dari berita-berita media, sedangkan Ramos sama sekali tidak tahu tentang diri saya. Ia hanya tahu bahwa saya ada di Kalimantan, tapi tak tahu persis Kalimantan bagian mana.
Didorong oleh keinginannya bertemu kembali dan memberikan salah satu medali tertinggi negaranya Republik Demokratik Timor Leste kepada Kusni Sulang, menggunakan berbagai platform media sosial, ia pun mencari Kusni dan dapat. Ramos mendapat nomor kontak Kusni dan secara pribadi ia segera menghubungi teman lamanya itu.
Sesungguhnya, saya tidak suka Ramos mencari saya melalui media sosial (medsos), karena cara ini membuat saya terekspos , hal yang sama sekali tidak saya sukai dan selalu saya coba hindari. Apalagi jika menjadi viral. Untuk pekerjaan saya eksposur begini tidak menguntungkan. Tapi saya paham mengapa Ramos menggunakan cara ini untuk mencari saya.
Ketika masuk ruangan yang digunakan untuk menyelenggarakan acara The Przidente Horta Show, dari kejauhan saya sudah melihatnya. Ia pun melihat saya. Sejenak kami saling tatap. Diam. Saling pandang dari ujung rambut hingga ujung kaki. Orang-orang sekeliling semua diam. Memandang kami dengan perhatian penuh. Akhirnya kami berpelukan erat. Kudengar ia mengatakan lirih: ”Akhirnya kita ketemu kembali. Akhirnya kau datang.”
”Setelah dua puluh tahun lebih berlalu”.
”Dua puluh tahun lebih“. Kulihat ia seperti orang menghitung sesuatu dan mengumpulkan ingatan.
”Ya, dua puluh tahun lebih.” Dan dalam hati saya berkata, ketika kita masing-masing tambah usia. Saya, Ramos juga, memeluk saya tidak sebagai seorang Presiden tapi sebagai seseorang memeluk saudara seperjuangannya yang lama tidak berjumpa. Saya menggunakan istilah saudara seperjuangan, dan bukan saudara kandung, karena hubungan antara saudara seperjuangan, dalam kenyataan yang saya hadapi, lebih dekat dari hubungan antar saudara kandung. Apalagi jika hubungan antar saudara seperjuangan itu sudah teruji dalam badai-topan perjuangan. Dalam WhatsApp pribadinya pun, Ramos menggunakan istilah pada Kusni Sulang.
“Great my brother. I am in Europe now, back home 15th. I will follow up with Filomeno Faria.”, tulisnya dalam sebuah WhatsApp (WA) ke Kusni Sulang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




