Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hotspot Tembus 415 Titik, Kabut Asap Mulai Selimuti Sampit

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Kabut asap menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Tampak jarak pandang di tepian Sungai Mentaya tertutup asap, Minggu (19/7/2026). (Warga/Radar Sampit)
Kabut asap menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Tampak jarak pandang di tepian Sungai Mentaya tertutup asap, Minggu (19/7/2026). (Warga/Radar Sampit)

Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus bertambah di tengah musim kemarau.

Hingga Sabtu (18/7/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat sebanyak 415 hotspot tersebar di 17 kecamatan. Bersamaan dengan itu, kabut asap mulai menyelimuti Kota Sampit pada Minggu pagi (19/7/2026).

Berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca di Sampit terpantau berupa kabut asap dengan jarak pandang hanya 800 meter.

Advertisement

Suhu udara tercatat 21,9 derajat Celsius, kelembapan 98 persen, sedangkan angin berada dalam kondisi tenang atau calm dengan kecepatan 0 kilometer per jam.

Munculnya kabut asap itu terjadi di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim selama beberapa pekan terakhir.

Advertisement

"Beberapa hari ini bau asap sudah mulai menyengat. Cuaca seperti mendung siang hari tapi bukan mau hujan. Sepertinya langit tertutup asap," ungkap Adi, warga Jalan Kapten Mulyono Sampit. 

Data BPBD menunjukkan, dari total 415 hotspot tersebut, Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 92 titik, disusul Antang Kalang sebanyak 76 titik, Mentaya Hulu 34 titik, Baamang 26 titik, serta Telaga Antang dan Mentawa Baru Ketapang masing-masing 25 titik.

Sementara itu, hingga 18 Juli 2026 tercatat 84 kejadian karhutla di Kotim. Sebanyak 76 kejadian telah berhasil ditangani petugas, sedangkan total luas lahan yang terbakar mencapai 171,3933 hektare.

Meski Kota Besi mencatat hotspot terbanyak, frekuensi kejadian kebakaran paling tinggi justru berada di kawasan perkotaan. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengalami 32 kejadian karhutla, sedangkan Baamang mencapai 29 kejadian.

Kondisi tersebut membuat dampak kebakaran mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya melalui munculnya kabut asap yang mengurangi jarak pandang di Kota Sampit.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Tak Lagi di Pedalaman, Api Kini Muncul Dekat Kota Sampit

Karhutla Tak Lagi di Pedalaman, Api Kini Muncul Dekat Kota Sampit

Jika sebelumnya titik kebakaran lebih banyak terjadi di wilayah pedalaman, kini api mulai bermunculan di kawasan penyangga hingga dekat pusa

Karhutla Lahan Permukiman Wengga Metropolitan, Damkar Susuri 200 Meter untuk Capai Titik Api

Karhutla Lahan Permukiman Wengga Metropolitan, Damkar Susuri 200 Meter untuk Capai Titik Api

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim menerima laporan dari warga yang datang langsung ke Markas Komando Damkar

Dalam Sehari, Kobar Digempur 3 Karhutla, BPBD Kewalahan Bagi Personel

Dalam Sehari, Kobar Digempur 3 Karhutla, BPBD Kewalahan Bagi Personel

Tiga lokasi kebakaran tersebut berada di kawasan Sungai Baru, Desa Natai Baru, Kelurahan Baru Kilometer 2 Jalan Ahmad Yani, serta Desa Kubu,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer