Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanda-Tanda Bencana Kabut Asap sudah Terasa

URado.

Advertisement

Ilustrasi warga terganggu pernapasan akibat asap kebakaran lahan. (AI)
Ilustrasi warga terganggu pernapasan akibat asap kebakaran lahan. (AI)

Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Bencana kabut asap yang pernah terjadi tahun 2019 serta tahun 2023 silam, nampaknya bakal terulang lagi di musim kemarau tahun 2026.

Advertisement

Ciri-ciri  ke arah kejadian berulang itu mulai dirasakan warga. Paling terasa yakni, kabut asap yang mulai muncul sejak malam hari, serta bau aroma asap kebakaran lahan yang mulai menyengat. Terutama di pagi hari, di seputaran Kota Sampit dan sekitarnya.

Norahmad, salah satu warga Sampit mengungkapkan, meski kabut asap belum tampak pekat, aroma yang menyengat membuat warga khawatir karhutla kembali meluas dan menimbulkan bencana tercium kabut asap. Seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Setiap pagi sekarang sudah mulai bau asap. Kami khawatir kalau kebakaran terus meluas, nanti kabut asap kembali terjadi seperti dulu," katanya, Senin (13/7/2026).

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sekitar Kota Sampit. Salah satunya, pada Senin (13/7/2026), api kembali muncul di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 11 yang berada dalam radius Kota Sampit.

Selain itu, lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di kawasan belakang Gudang Nomor 88, Jalan Moh Hatta, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ditemukan terbakar, Senin sore (13/7/2026).

Kebakaran yang terjadi di dekat kawasan permukiman itu pertama kali dilaporkan warga bernama Ahdian pada pukul 16.09 WIB.

personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim pun langsung bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit mobil tangki pemadam.

Komandan Regu III Disdamkarmat Kotim, Supriansyah, mengatakan api membakar lahan kosong yang dipenuhi semak belukar dan posisinya sudah mendekati kawasan permukiman warga.

“Prioritas kami adalah mencegah api merambat ke rumah-rumah di sekitar lokasi," ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Namun diakuinya, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Akses menuju titik kebakaran menjadi kendala utama karena armada pemadam tidak dapat masuk ke lokasi.

"Jalan menuju titik api tidak cukup lebar untuk dilalui mobil pemadam. Akibatnya personel harus membawa peralatan dan melakukan pemadaman secara manual," katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Suka Makan Durian tapi Takut Mabuk? Simak Trik Jitu Menikmatinya dengan Aman!

Suka Makan Durian tapi Takut Mabuk? Simak Trik Jitu Menikmatinya dengan Aman!

Makan durian memang nikmat, namun banyak orang merasa "mabuk" atau tidak enak badan setelah mengonsumsinya

Pemkab Sukamara dan Basarnas Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Pemkab Sukamara dan Basarnas Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara memperkuat koordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya

Tanggap Darurat Diperpanjang dan Biaya Ditambah Lagi

Tanggap Darurat Diperpanjang dan Biaya Ditambah Lagi

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer