SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Bukit Jalungga yang berada di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, masuk nominasi penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2026. Objek wisata alam tersebut menjadi salah satu dari empat destinasi wisata di Kalimantan Tengah yang masuk dalam ajang tersebut bersama total 180 peserta nominasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Desa Jihing, Ali Suanto, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penilaian dari panitia API 2026.
“Hasil penilaian nanti akan dikabari. Semoga mendapatkan yang terbaik sehingga Bukit Jalungga lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Bukit Jalungga merupakan objek wisata alam yang telah diresmikan di Kabupaten Sukamara. Destinasi ini berada di Desa Jihing yang berbatasan langsung dengan wilayah Kalimantan Barat. Desa tersebut memiliki luas sekitar 3.284 hektare dan menyimpan berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan.
Bukit Jalungga terletak di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit rakyat dengan ketinggian mencapai 149 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sepanjang jalur menuju puncak ditumbuhi pepohonan rindang, sementara bagian puncaknya berupa hamparan batuan sedimen berwarna cokelat kehitaman.
Dari puncak bukit, pengunjung dapat menikmati panorama perkebunan yang hijau, permukiman Desa Jihing, serta pemandangan jalan yang membentang di kawasan tersebut.
Salah satu daya tarik lainnya adalah Sumur Abadi Bidadari, yaitu sumur kecil yang berada di atas cekungan batu di puncak bukit. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, air di sumur tersebut tidak pernah kering meskipun saat musim kemarau.
Lokasi Bukit Jalungga tidak jauh dari permukiman warga. Pengunjung dapat mencapai kawasan wisata tersebut dalam waktu kurang dari 10 menit menggunakan kendaraan melalui jalan poros dan jalur perkebunan.
Ali Suanto mengatakan pengembangan Bukit Jalungga sebagai objek wisata bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan kerja melalui pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia desa, serta meningkatkan pendapatan desa.
“Tujuan kami membuka Bukit Jalungga sebagai objek wisata untuk membantu ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan SDA dan SDM desa, serta meningkatkan pendapatan desa,” katanya. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno