Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatkan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah lewat Workshop Deep Learning

Arham Said
Penulis: Arham Said❯
WORKSHOP: Suasana workshop pembelajaran mendalam yang digelar KKKS Manggatang Utus Kecamatan Kurun, Rabu (3/6). (DISDIKPORA GUNUNG MAS/RADAR SAMPIT)
WORKSHOP: Suasana workshop pembelajaran mendalam yang digelar KKKS Manggatang Utus Kecamatan Kurun, Rabu (3/6). (DISDIKPORA GUNUNG MAS/RADAR SAMPIT)

Advertisement

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 75 guru dan kepala sekolah di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), mengikuti workshop pembelajaran mendalam (deep learning) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Manggatang Utus Kecamatan Kurun, Rabu (3/6).

Kegiatan tersebut diikuti 25 kepala sekolah dan 50 guru dari 25 sekolah, yang terdiri atas 23 sekolah dasar (SD) negeri dan dua SD swasta di Kecamatan Kurun. Workshop ini menghadirkan narasumber Rahmat Hidayat dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat serta didukung pembiayaan oleh Penerbit Erlangga.

Advertisement

Ketua KKKS Manggatang Utus Kecamatan Kurun, During, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kepala sekolah dan operator sekolah terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pembelajaran mendalam, serta administrasi sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gumas, Aprianto, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru agar mampu mengikuti perkembangan serta transformasi dunia pendidikan. 

Ia menjelaskan, deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam. Pendekatan ini bukan kurikulum baru, melainkan pelengkap dalam implementasi Kurikulum Merdeka dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.

Advertisement

“Deep learning bertumpu pada tiga pilar, yakni pembelajaran berkesadaran, pembelajaran bermakna, dan pembelajaran menyenangkan,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan pendekatan tersebut mendorong peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu memaknai dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi di kelas juga didukung pemanfaatan teknologi serta pengalaman nyata peserta didik agar konsep yang kompleks menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.

“Kami berharap peserta dapat mengikuti workshop ini dengan baik dan mengimplementasikan konsep deep learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” pungkasnya. (arm/yit)

 

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemenuhan Tenaga Guru di Palangka Raya sudah Mendesak. Antisipasi Bakal Pensiunnya 96 Orang Guru

Pemenuhan Tenaga Guru di Palangka Raya sudah Mendesak. Antisipasi Bakal Pensiunnya 96 Orang Guru

Pemenuhan Tenaga Guru di Palangka Raya sudah Mendesak. Antisipasi Bakal Pensiunnya 96 Orang Guru dan tenaga pengajar pada tahun 2026/2027

Program untuk Kesejahteraan Guru di Palangka Raya Perlu Ditingkatkan

Program untuk Kesejahteraan Guru di Palangka Raya Perlu Ditingkatkan

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya,Hasan Busyairi, mengingatkan pemerintah kota (Pemkot) agar meningkatkan program kesejahteraan

Kotim Percepat Transisi Guru Honor ke PPPK, Persiapan Ketika Tak Boleh Mengajar di Sekolah Negeri 

Kotim Percepat Transisi Guru Honor ke PPPK, Persiapan Ketika Tak Boleh Mengajar di Sekolah Negeri 

Pemkab Kotim Percepat Transisi Guru Honor ke PPPK, Persiapan Ketika Tak Boleh Mengajar di Sekolah Negeri mulai awal tahun 2027 mendatang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer