SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran bus sekolah di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng memicu sorotan warga.
Kendaraan yang sehari-hari mengangkut puluhan pelajar itu disebut sudah lama dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan penumpang.
Warga menyoroti kondisi bus sekolah yang terbakar di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), karena dinilai sudah tidak layak digunakan sejak lama.
Selain kondisi mesin yang disebut sering bermasalah, bagian bodi kendaraan juga dikabarkan telah keropos.
“Memang kondisinya sudah tidak layak jalan dan sangat parah sebenarnya. Bus itu dipakai untuk mengangkut anak-anak dari Tumbang Koling yang sekolah swasta di PT BHL,” kata Ius, warga setempat.
Ia menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi siang hari saat bus tersebut baru selesai mengantar dan kembali menjemput pelajar SMA. Menurutnya, sekolah menggunakan sistem belajar bergantian karena keterbatasan ruang kelas.
“Karena ruangannya pagi dipakai anak SMP, jadi siang sampai sore dipakai anak SMA,” ujarnya.
Tidak lama setelah menjemput para pelajar, bus tersebut tiba-tiba terbakar di perjalanan. Beruntung seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
“Ada puluhan anak di dalam bus. Untung mereka cepat keluar sebelum api membesar,” katanya.
Warga menilai kendaraan tersebut seharusnya sudah tidak lagi dioperasikan karena membahayakan keselamatan penumpang, terlebih digunakan setiap hari untuk mengangkut pelajar.
Bus tersebut diketahui digunakan untuk menjemput dan mengantar puluhan pelajar asal Desa Tumbang Koling yang bersekolah di lingkungan PT BHL.
Sementara itu, Sekretaris Desa Tumbang Koling, Rio, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut seluruh pelajar berhasil selamat dalam insiden yang terjadi pada Jumat itu.
“Iya benar, kejadiannya tadi hari ini,” kata Rio saat dikonfirmasi.
Menurutnya, bus tersebut selama ini digunakan sebagai kendaraan antar jemput pelajar. Kendaraan itu juga diketahui sudah berusia cukup tua dan merupakan bantuan dari perusahaan.
“Tidak ada korban jiwa, semuanya selamat saja,” ujarnya. (ang)
Editor : Slamet Harmoko