SAMPIT,radarsampitjawapos.com-Pasar di kawasan Eks bioskop Mentaya di Jalan Jenderal Ahmad Yani masih tak difungsikan maksimal. Banyak kios yang tak aktif, bahkan, ada beberapa yang disewakan lagi oleh pedagang.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotim ,sudah menjawab satu per satu keluhan pedagang yang menyebut atap kios lantai dua yang mengalami kebocoran.
Masalah itu ditangani pada Oktober 2025 lalu. Pemkab Kotim mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki atap bocor. Namun, penyelesaian masalah itu belum cukup memuaskan keinginan Bupati Kotim Halikinnor yang mengharapkan agar ratusan kios bangunan di Pasar Eks Mentaya Teater berfungsi maksimal dan kembali ramai.
Kepala Diskoperindag Kotim Johny Tangkere menyatakan, pihaknya melakukan penataan kembali dengan memanggil sekitar 60an pedagang untuk mendengar aspirasi pedagang,Senin (9/2).
"Sesuai arahan Pak Bupati, beliau ingin bangunan kios di Pasar Eks Mentaya Teater agar difungsikan secara maksimal. Karena itu, kami akan melakukan perubahan SK yang baru dengan mamastikan pedagang yang terdaftar dalam SK adalah pedagang yang benar-benar mau berdagang bukan hanya sekadar ingin mendapatkan kios," ujarnya.
Berdasarkan SK Bupati Tahun 2020, ada 232 pedagang yang terdaftar mengisi kios. Sebanyak 188 pedagang di antaranya telah melakukan proses pengundian pada 14 Maret 2020. Namun, setelah proses pengundian sekaligus transfer pedagang eks Taman Kota ke lapak kios bangunan Pasar Eks bioskop Mentaya dipindahkan, suasananya tak banyak berubah. Puluhan kios masih tampak kosong, tak ada aktivitas jual beli hingga sekarang.
Pedagang berjualan alakadarnya. Padahal, sebelumnya pedagang gabungan eks taman dan Pasar eks bioskop Mentaya tercatat sekitar 500-an pedagang. Rinciannya, 370-an pedagang terdata sebagai pedagang eks Taman Kota dan sisanya pedagang Pasar eks bioskop Mentaya.
Di antara banyaknya pedagang, sebagian sudah mendapatkan lapak masing-masing melalui proses pengundian dan diminta menempati kios paling lambat 20 Maret 2020 lalu.
"Inilah alasan kenapa SK perlu dilakukan pembaruan. Karena, saya ingin kios itu tidak ada lagi yang kosong. Nama pedagang yang terdaftar memiliki hak atas kios tersebut benar-benar memanfaatkan fasilitas bangunan kios untuk berdagang," tegas Johny.
Pihaknya juga menemukan fakta bahwa dari ratusan kios yang tersedia, ada empat pedagang yang terdaftar dalam SK malah menyewakan kios mulai dari harga Rp 750.000-1,5 juta per bulan.
"Ini yang salah dan harus kita benahi. Kios itu harus benar-benar dipakai berdagang oleh pedagang yang namanya tercantum dalam SK. Bukan malah disewakan ke pedagang lain," paparnya.
Johny pun membuka peluang dan kesempatan kepada nama-nama pedagang yang masuk dalam SK lama, untuk datang melaporkan bukti keaktifan berjualan ke Diskoperindag Kotim.
"Tolong yang merasa namanya masuk dalam daftar SK yang lama segera datang ke kantor. Jangan nanti ketika SK sudah ditetapkan ribut. Kita membuka kesempatan bagi pedagang yang masuk dalam daftar SK lama dan masih benar-benar berjualan tidak akan dicoret namanya dalam daftar," imbuhnya.
Ia menegaskan, seluruh kios bangunan di pasar itu statusnya tetap milik aset Pemkab Kotim yang dikelola Diskoperindag Kotim. Sedangkan, pedagang yang masuk dalam SK hanya berstatus menyewa kepada pemerintah daerah.
"Sistemnya bukan Hak Guna Bangunan. Karena, kalau kios terbengkelai susah kita mengelolanya. Status pedagang hanya sewa sebesar Rp 1000 per meter per hari," ujarnya.
Johny juga menerima usulan pedagang yang menginginkan agar satu nama pedagang memiliki dua kios. Hal itu dikarenakan luas kios berukuran 2 x 2 meter terlalu sempit untuk memajang barang dagangan.
"Usulan pedagang minta satu pedagang sewa dua kios itu kami terima dan akan saya koordinasikan ke Pak Bupati. Kita melihat bangunan kios yang ada memang sempit dan untuk pajangan barang dagangan juga tidak sebanding dengan luas kiosnya," pungkas Johny.
Ia menambahkan, menjelang masa pensiun yang tinggal tiga pekan lagi,Johny tetap berusaha menuntas pekerjaan menyelesaikan persoalan pasar.
"Per 1 Maret saya sudah memasuki masa pensiun. Saya berharap amanat tugas yang diberikan pimpinan bisa saya selesaikan. Karenanya, Jumat ini saya ajak pedagang kerja bakti bersihkan area pasar dan Sabtunya akan saya pantau lagi," tandasnya.
Ia berharap sebelum memasuki usia pensiun, seluruh kios bangunan di Pasar Eks Mentaya Teater terisi penuh oleh aktivitas pedagang.(hgn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama