Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mengenal Ikan Botia Badut, Ikan Hias Endemik Indonesia yang Cantik dan Penuh Keunikan

Slamet Harmoko • Senin, 5 Januari 2026 | 10:14 WIB

Ikan Bontia yang berhasil diangkat oleh pemancing Sampit dari Sungai Mentaya, Desa Rasau Tumbuh, Kecamatan Kota Besi. (Rahmat Hidayat/Radar Sampit)
Ikan Bontia yang berhasil diangkat oleh pemancing Sampit dari Sungai Mentaya, Desa Rasau Tumbuh, Kecamatan Kota Besi. (Rahmat Hidayat/Radar Sampit)

Radarsampit.jawapos.com - Ikan hias clown loach atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan botia badut menjadi salah satu primadona di dunia akuarium air tawar.

Perpaduan warna oranye cerah dengan garis hitam tebal di tubuhnya membuat ikan ini tampil mencolok dan seolah “menghibur” siapa pun yang memandangnya di balik kaca akuarium.

Botia badut merupakan anggota famili Botiidae dengan nama ilmiah Chromobotia macracanthus. Julukan “badut” disematkan karena corak tubuhnya yang menyerupai kostum badut sirkus.

Baca Juga: Geger! Pemancing Sampit Dapat Ikan Langka di Sungai Mentaya

Tak hanya cantik, ikan ini juga dikenal aktif dan memiliki karakter sosial yang menarik, sehingga kerap menjadi pilihan utama para pehobi ikan hias dan aquascape.

Menariknya, botia badut adalah ikan hias endemik Indonesia. Spesies ini berasal dari sungai-sungai di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Di Kalimantan, ikan ini dikenal dengan nama lokal ulanguli. Botia badut mampu tumbuh hingga ukuran 15–20 sentimeter saat dewasa dan memiliki usia hidup yang relatif panjang, bahkan bisa mencapai lebih dari 20 tahun jika dirawat dengan baik.

Aktif Siang dan Malam

Berbeda dengan kebanyakan ikan loach lain yang aktif di malam hari, botia badut juga kerap beraktivitas pada siang hari.

Meski begitu, ikan ini lebih menyukai pencahayaan redup dan akan bersembunyi di balik bebatuan, tanaman air, atau gua buatan saat cahaya terlalu terang.

Baca Juga: Damkar Kerahkan Tenaga Ekstra untuk Keluarkan Piton 4 Meter di Kandang Ayam

Banyak pehobi menyarankan penggunaan lampu kebiruan untuk merangsang aktivitas botia badut di siang hari.

Cocok untuk Akuarium Komunitas

Dengan sifatnya yang jinak dan tidak agresif, botia badut sangat cocok dipelihara dalam akuarium komunitas.

Ikan ini dapat hidup berdampingan dengan berbagai jenis ikan non-agresif seperti tetra, tiger barb, hingga ikan pelangi. Idealnya, botia badut dipelihara dalam kelompok kecil agar perilaku sosialnya lebih terlihat.

Selain itu, botia badut juga dikenal sebagai “pembersih” akuarium karena gemar memakan sisa pakan di dasar akuarium, termasuk keong kecil yang kerap menjadi hama.

Rentan Penyakit, Perlu Perawatan Ekstra

Di balik keindahannya, botia badut termasuk ikan yang sensitif terhadap penyakit, terutama parasit white spot. Karena sisiknya kecil dan tertanam di kulit, proses pengobatan harus dilakukan dengan hati-hati.

Dosis obat biasanya perlu dikurangi agar tidak membahayakan ikan. Karantina ikan atau tanaman baru sebelum dimasukkan ke akuarium menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit.

Sulit Dibudidayakan

Fakta menarik lainnya, botia badut tergolong sulit untuk dikembangbiakkan di penangkaran. Sebagian besar ikan yang beredar di pasaran masih berasal dari tangkapan alam liar.

Hanya sedikit tempat budidaya yang berhasil mengembangbiakkan botia badut, umumnya dengan bantuan hormon untuk menginduksi pemijahan.

Di alam, botia badut baru siap berkembang biak setelah berusia lebih dari tiga tahun. Meski demikian, status konservasinya saat ini masih tergolong Least Concern atau tidak terancam punah.

Baca Juga: Bejat! Ayah Cabuli Anak Kandung Sejak 2019, Korban Hamil dan Melahirkan

Sebagai ikan hias bernilai tinggi, harga botia badut di pasar lokal cukup bervariasi. Untuk ukuran kecil sekitar 3–4 cm, harganya berkisar Rp11 ribu hingga Rp25 ribu per ekor. Sementara untuk ukuran besar 13–15 cm, harganya bisa menembus Rp200 ribuan.

Dengan keindahan warna, perilaku unik, dan statusnya sebagai ikan endemik Indonesia, botia badut tak hanya menjadi penghias akuarium, tetapi juga kebanggaan kekayaan hayati perairan nusantara. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#ikan botia #Ikan Badut Air Tawar #ikan badut #Ikan endemik