KATINGAN,radarsampit.jawapos.com- Jalur lalu lintas nasional trans Kalimantan Palangka Raya-Sampit kembali mengalami kerusakan dan nyaris lumpuh, dan kendaraan sempat tidak bisa melintas. Tepat di Jalan Kilometer 18 Tjilik Riwut, Desa Hampalit ,Kereng Pangi, Katingan Hilir Kabupaten Katingan, Sabtu (20/9).
Akses vital itu rusak parah setelah tergerus arus air saat intensitas hujan cukup tinggi belakangan ini. Dampaknya, antrean kendaraan pun mengular sampai berjam-jam, hingga mencapai 2 kilometer lebih.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Katingan Bripka Adi Rahim mengungkapkan, pihaknya dengan 10 personel langsung ke lokasi mengatasi arus lalu lintas di jalan yang terputus.
“Sempat tidak bisa dilalui. Maka itu kepolisian langsung melibatkan 10 personel yang dikerahkan merupakan personel gabungan dari Satlantas dan Samapta Polres Katingan, untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas," ujarnya.
Menurutnya jalan tersebut putus sejak Sabtu dini hari akibat hujan deras yang membuat air sungai meluap ke jalan. “Kemacetan tetap ada, karena jalan padat merayap dan yang melintas harus bergantian. Tapi saat ini masih aman terkendali,” tambah Adi Rahim.
Kemudian hingga siang kemarin, jalan tersebut dapat dilalui. Setelah koordinasi Satlantas Polres Katingan bersama Balai Jalan Nasional, sehingga dilakukan penimbunan sementara menggunakan material batu dan tanah. Kendaraan yang melintas pun menggunakan sistem buka tutup jalan secara bergantian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah Juni Gultom menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional, mengingat kewenangan perbaikan jalan itu berada di kementrian. “Kita, sudah mengetahuinya dan sudah ada tindakan langsung oleh pihak terkait,” ujarnya kepada Radar Sampit.
Menurutnyaberbagai upaya dilakukan termasih terus melakukan penyelesaian pekerjaan oleh pihak kementrian.”Saat ini sedang penanganan oleh Balai Jalan Nasional secara permanen,” tukas Gultom.
Dirinya berharap pihak terkait melakukan antisipasi kejadian serupa. Lantaran jalan itu merupakan jalur vital dan menghubungkan beberapa wilayah di Kalimantan Tengah, hingga antarprovinsi.
“Semoga tidak terjadi lagi jalan putus di sekitar titik yang sudah digarap permanen,” pungkas Gultom.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama