Radarsampit.jawapos.com - Kasus penculikan sekaligus pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih diduga melibatkan anggota TNI.
Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap dugaan keterlibatan prajurit dalam perkara tersebut.
Hal itu dibenarkan oleh Kolonel CPM Donny Agus ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/9/2025). Menurutnya, pihaknya masih menelusuri informasi terkait dugaan tersebut.
“Benar, dugaan keterlibatan sedang kami dalami,” kata perwira menengah TNI AD berpangkat kolonel itu.
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat di Bekasi mengenai penemuan mayat tanpa identitas pada Kamis (21/8/2025).
Setelah dilakukan penyelidikan, korban diketahui bernama Mohammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih, yang sebelumnya dilaporkan diculik pada Rabu (20/8/2025).
Video rekaman Closed Circuit Television (CCTV) menjadi bukti bahwa Ilham diangkut paksa oleh beberapa orang tidak dikenal dari salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Timur. Dia dibawa oleh orang tidak dikenal itu setelah rapat bersama beberapa orang.
Untuk mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan tersebut, Polda Metro Jaya telah mengamankan 15 orang. Pada Selasa (26/8) Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman.
Selain memeriksa 15 orang tersebut, penyidik juga mencocokan barang bukti yang sudah mereka temukan.
”Jadi, mohon waktu. Terhadap 15 orang ini masih terus dilakukan pendalaman. Pemeriksaan itu dilakukan secara hati-hati, mendalam, menunjukkan barang bukti, mencocokkan setelah orang yang diamankan,” kata dia.
Ade Ary pun mencontohkan keterangan orang yang satu dicocokan dengan keterangan orang lainnya.
Untuk itu, penyidik Polda Metro Jaya perlu waktu. Sebab, mereka juga melaksanakan penyidikan tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Termasuk prinsip-prinsip scientific crime investigation yang selalu dikedepankan.
”Sehingga (penyidikan) ini membutuhkan waktu. Kami harus hati-hati, kami harus berdasarkan SOP, kami juga harus proporsional,” kata dia. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko