NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lamandau sejak Selasa (9/9) memicu meluapnya Sungai Batang Kawa, Lamandau, dan Penopa.
Akibatnya, sejumlah titik Jalan Trans-Kalimantan terendam hingga setinggi 60 sentimeter.
Arus lalu lintas antarprovinsi sempat macet dan menimbulkan antrean panjang kendaraan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau mencatat puluhan rumah dan fasilitas umum di beberapa desa ikut terendam.
Di Desa Penopa saja, lebih dari 60 kepala keluarga terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi.
”Kami mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan menunda perjalanan jika memungkinkan. Tim kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut," ujar Hendikel, Kepala BPBD Lamandau, Kamis (11/9).
Selain jalan Trans Kalimantan, banjir juga merendam sejumlah desa di sekitar Kecamatan Batang Kawa dan Lamandau.
Tim dari BPBD telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Aparat kepolisian juga dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan memberikan informasi kepada pengguna jalan.
Berdasarkan monitoring dan pendataan BPBD di Kecamatan Batang Kawa dan Lamandau pada Rabu (10/9), beberapa rumah warga dan fasilitas umum terendam, yakni Desa Benakitan 1 KK (6 jiwa) terdampak, 2 fasilitas umum terendam.
Kemudian, Desa Kinipan, 2 fasilitas umum terendam; Desa Liku, 2 fasilitas umum terendam; Desa Sungai Tuat, 25 KK terdampak, 1 fasilitas umum terendam; dan Desa Tanjung Beringin, 1 KK terdampak, 1 fasilitas umum terendam.
Hendikel menyebutkan, hujan dengan intensitas tinggi pada 9 September 2025 mengakibatkan Sungai Batang Kawa dan Sungai Lamandau meluap. Banjir merendam rumah warga dan ruas jalan hingga kedalaman mencapai 80 cm.
”Dari pemantauan, air sudah berangsur-angsur surut,” katanya.
Adapun pantauan Kamis (11/9), di jalur Trans-Kalimantan, khususnya Desa Penopa, tercatat 62 KK (178 jiwa) terdampak. Hujan intens terjadi sehari sebelumnya sekitar pukul 19.00–04.00 WIB.
Menyebabkan meluapnya Sungai Penopa dan Sungai Lamandau, sehingga beberapa rumah dan ruas jalan desa terendam.
”Warga yang mengungsi sebanyak 7 KK. Tadi sore sekitar pukul 15.00 WIB air berangsur surut. Semoga tidak turun hujan deras lagi,” katanya. (mex/ign)
Editor : Gunawan.