SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Di tengah riuhnya kota dan geliat modernisasi, selalu ada tempat sederhana yang justru menyimpan keistimewaan. Salah satunya berada di pinggiran Kota Sampit, Kalimantan Tengah.
Sebuah dermaga kayu tua yang sudah lama tak difungsikan lagi, justru menjelma menjadi tempat nongkrong favorit muda-mudi.
Terletak di Desa Pelangsian, tepatnya di Jalan Ir Juanda paling ujung, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng.
Dermaga kayu yang terbengkalai ini menawarkan suasana tenang, alami, dan jauh dari keramaian kota.
Tak ada gemerlap lampu kafe atau hiruk-pikuk kendaraan, hanya hamparan Sungai Mentaya yang luas membentang, serta suara air yang memecah kesunyian.
Setiap akhir pekan, terutama Sabtu sore dan Minggu sore, tempat ini mulai dipenuhi muda-mudi. Mereka datang berkelompok, menghabiskan waktu sambil duduk santai, bercengkerama, dan menikmati panorama senja yang perlahan turun di ufuk barat.
Sering kali, motor-motor diparkir berjajar, menjadi saksi bisu obrolan hangat di atas lantai papan yang mulai lapuk dimakan usia.
“Walau dermaganya sudah lama nggak dipakai, tapi justru itu yang bikin tempat ini punya daya tarik sendiri. Sepi, tapi nyaman,” ujar Arul (22), salah satu pengunjung setia, Minggu (13/7/2025).
Pemandangan di sekitar dermaga ini memang menyajikan keindahan alami yang jarang dijumpai. Barisan pohon hijau masih rindang, perahu-perahu tua bersandar tenang di tepi sungai, dan suara debur air menyatu dengan semilir angin sore.
Tak jarang, mereka yang datang juga memanfaatkan momen untuk berswafoto dengan latar langit jingga.
Meski tak dikelola secara resmi, tempat ini tetap menjadi magnet tersendiri. Tidak sedikit yang berharap ada perhatian dari pemerintah atau komunitas setempat untuk menjadikannya ruang terbuka publik yang lebih tertata, tanpa menghilangkan kesan alaminya.
“Kalau bisa sih tetap dijaga seperti ini, tapi ada penerangan atau tempat duduk tambahan yang sederhana. Jadi lebih nyaman, tapi tetap natural,” tambah Yuni (20), pengunjung lainnya.
Dermaga kayu terbengkalai di Desa Pelangsian ini mengajarkan satu hal: tak semua tempat indah harus glamor dan mewah.
Terkadang, tempat paling nyaman adalah yang paling sederhana, di mana keindahan alam dan pertemuan antarmanusia menjadi inti utamanya. Bagi warga Sampit dan sekitarnya, inilah salah satu hidden gem yang tak boleh dilewatkan. (*)
Editor : Slamet Harmoko